
Pencarian korban ledakan bom Biak diperluas, Tim SAR sisir lokasi baru

Jayapura (ANTARA) - Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan memperluas area pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang sesaat setelah terjadinya ledakan diduga bom peninggalan perang dunia II di Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5).
Pencarian korban ledakan hingga kini masih dilakukan tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Basarnas dan Polres Biak Numfor.
"Tim SAR gabungan memperluas pencarian hingga satu mil dari TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito di Jayapura, Rabu.
Hingga pencarian hari ketiga, tim SAR gabungan belum menemukan jasad tiga orang korban yang dilaporkan hilang.
Tiga orang yang dilaporkan hilang, yakni Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27).
Kendati demikian, kata Cahyo, dari laporan yang diterimanya, pencarian diperluas setelah pada Senin (1/6), tim SAR gabungan menemukan potongan yang diduga berasal dari organ manusia.
Temuan potongan organ manusia itu langsung dibawa dan disimpan di kamar jenazah RSUD Biak karena akan dilakukan identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
"Identifikasi dilakukan untuk mengetahui identitas dari sejumlah potongan organ yang ditemukan," kata Cahyo.
Kasus ledakan diduga bom peninggalan perang dunia II yang terjadi Minggu (31/5) di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, tiga orang dilaporkan hilang, dan sembilan rumah mengalami kerusakan.
Pewarta : Evarukdijati
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
