
Gumas miliki tiga sekolah model pembelajaran mendalam dan kecerdasan artifisial

Kuala Kurun (ANTARA) - Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah kini memiliki tiga sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial (AI) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gumas Aprianto melalui Kepala Bidang SD dan SMP Silpanus saat dihubungi dari Kuala Kurun, Kamis, mengatakan penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026.
"Ketiga sekolah yang ditunjuk adalah SD Eka Tjipta Kajuei di Desa Tumbang Kajuei Kecamatan Rungan, SMP Negeri 3 Tewah di Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah, dan SMA Negeri 1 Sepang di Kelurahan Sepang Simin Kecamatan Sepang," ungkapnya.
Program Sekolah Model merupakan inisiatif Kemendikdasmen yang menempatkan sekolah terpilih sebagai percontohan penerapan inovasi pembelajaran. Program ini mengusung dua pendekatan utama, yakni Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
PM dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata, dengan pendekatan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Baca juga: Cegah abrasi, Polres Gumas edukasi pelaku pertambangan rakyat di DAS Kahayan
Sementara KKA bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan analitis, serta menumbuhkan keterampilan memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
Sebagai sekolah model, ketiga sekolah tersebut memiliki sejumlah kewajiban yang harus dijalankan. Di antaranya mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam kurikulum, menyusun dan melaksanakan proyek pengembangan, membentuk kelompok belajar, mengelola kemitraan dengan orang tua dan dunia kerja, serta menyampaikan laporan perkembangan setiap bulan.
Secara nasional, SK yang ditetapkan pada 12 Maret 2026 dan ditandatangani Dirjen Gogot Suharwoto itu menetapkan sebanyak 842 sekolah dari berbagai jenjang yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai PAUD sebanyak 95 sekolah, SD 321 sekolah, SMP 203 sekolah, dan SMA 223 sekolah.
Dari jumlah tersebut, Gumas menjadi salah satu kabupaten/kota di Kalteng yang berhasil menempatkan tiga sekolahnya dalam daftar penetapan, mewakili tiga jenjang pendidikan sekaligus.
Ketiga sekolah tadi diharapkan menjadi percontohan penerapan teknologi koding dan kecerdasan artifisial di kabupaten bermoto Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, sekaligus mendukung transformasi pendidikan Indonesia menuju era digital.
"Pemerintah kabupaten melalui Disdikpora Gumas akan terus mendampingi dan mendukung penuh pelaksanaan program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial ini, khususnya di kedua sekolah yang menjadi kewenangan kami," demikian Silpanus.
Baca juga: Workshop Deep Learning tingkatkan kompetensi guru dan kepsek di Gumas
Baca juga: HUT ke-24 Gumas akan dimeriahkan festival budaya hingga hiburan rakyat
Baca juga: Bupati Gumas dorong siswa lanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
