Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Kotim minta warga sampaikan kondisi ekonomi riil saat Sensus Ekonomi

Sabtu, 6 Juni 2026 06:10 WIB
Image Print
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor meminta masyarakat menyampaikan kondisi ekonomi yang sebenarnya saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), termasuk dampak turunnya harga sawit, kenaikan harga BBM hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok.

“Justru itu yang disensus. Jadi, tolong masyarakat sampaikan saja apa adanya, misal sekarang harga sawit jatuh dan BBM naik, bahwa itu berakibat ke ekonomi masyarakat, sampaikan saja,” kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Menurut Halikinnor, sensus ekonomi menjadi momentum penting untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara riil dan menyeluruh, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini.

Data yang diperoleh dari sensus nantinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam mengambil langkah dan kebijakan ekonomi. Kondisi ekonomi daerah saat ini tidak lepas dari pengaruh global yang berdampak hingga ke tingkat masyarakat.

Salah satunya, terkait kenaikan harga BBM memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Di antaranya kenaikan biaya transportasi yang otomatis memicu meningkatnya biaya distribusi barang hingga berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok.

“Begitu BBM itu naik, maka akan berdampak ke seluruh sektor. Semua berakibat karena semua bersumber dari BBM itu. Dengan alasan transportasi naik, maka otomatis biaya naik, maka harga akan naik,” ujarnya.

Baca juga: Jamaah haji Kotim dijadwalkan tiba bertahap mulai 12 Juni

Ia berharap pemerintah pusat dapat melihat secara utuh kondisi ekonomi masyarakat melalui hasil SE2026, sehingga kebijakan yang diambil nantinya mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah penghasil sawit seperti Kotim.

Selain itu, Halikinnor juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus. Ia memastikan seluruh data yang disampaikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan tidak disebarluaskan.

Ia menekankan, bahwa keakuratan data sangat menentukan kualitas kebijakan pemerintah di masa mendatang. Maka, masyarakat diminta memberikan informasi sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

“Kita menghimbau seluruh masyarakat yang didatangi petugas sensus agar memberikan data sesuai fakta yang ada. Karena sensus ekonomi itu sumber informasinya dirahasiakan, jadi tidak akan disebarluaskan ke mana-mana. Jadi jangan khawatir,” ucapnya.

Ia menambahkan, apabila data yang masuk tidak sesuai kondisi sebenarnya, maka kebijakan yang dihasilkan pemerintah berpotensi tidak tepat sasaran dan tidak memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan sensus ekonomi dengan menerima petugas sensus dan memberikan keterangan secara terbuka sesuai kondisi ekonomi yang sedang dialami.

“Kalau nanti datanya tidak sesuai, akhirnya keputusan dalam mengambil kebijakan tidak bermanfaat atau tidak sesuai sasaran. Jadi kami menghimbau seluruh masyarakat, jangan khawatir dan jangan menghindar kalau petugas datang. Berikan data sesuai fakta yang ada di lapangan,” demikian Halikinnor.

Baca juga: Pj Sekda Kotim ungkap ada kelonggaran kebijakan belanja pegawai

Baca juga: Bupati Kapuas terima penghargaan dari Kapolda Kalteng

Baca juga: DPKP Kotim permudah akses BBM subsidi bagi petani lewat XStar



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026