
Bulog Kotim tambah gudang demi optimalkan penyerapan gabah petani

Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menambah gudang penyimpanan beras agar bisa menampung semua stok sehingga penyerapan gabah hasil panen petani tetap bisa dilakukan secara optimal.
"Kami sudah menambah gudang sehingga sekarang khusus untuk gudang sewa itu ada tiga gudang. Sesuai instruksi, Bulog memang diperintahkan menyerap sebanyak-banyaknya gabah hasil panen petani, makanya perlu gudang yang memadai," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Sabtu.
Fuad menjelaskan, Bulog memiliki dua gudang sendiri, yakni di Jalan Jenderal Sudirman dan MT Haryono. Dua gudang tersebut hanya bisa menampung 4.500 ton beras, sedangkan stok beras yang ada saat ini sudah ada 7.200 ton sehingga perlu menambah gudang penyimpanan.
Tahun ini Bulog Kotawaringin Timur diberi target minimal menyerap 16.000 ton gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayah kerja mereka yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan dan Seruyan. Untuk itu diperlukan tambahan gudang agar stok beras yang dihasilkan bisa ditampung dan disimpan dengan baik karena gudang milik Bulog sudah terisi penuh
Saat ini Bulog Kotawaringin Timur telah menyewa tiga gudang yang berlokasi di Jalan Samekto, Remiling dan Wengga Metropolitan. Dari tiga gudang tersebut, gudang di Wengga Metropolitan memiliki kapasitas paling besar karena diperkirakan bisa menampung sekitar 2.000 ton beras.
Saat ini Bulog diinstruksikan menyerap gabah sebanyak-banyaknya. Selain untuk membantu petani, hal ini juga sebagai langkah pengamanan stok menjelang tibanya kemarau dan mengantisipasi dampak El Nino yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap produksi pertanian.
Bulog akan menyerap berapapun hasil panen petani. Dengan gudang yang ada, Fuad yakin semua hasil serapan gabah dan beras bisa ditampung dengan baik sehingga ketahanan stok beras selalu terjaga.
"Kalau pun semua gudang nanti terisi penuh juga, maka kemungkinan solusinya yaitu menambah gudang sewa lagi, atau pemerataan stok dengan didistribusikan ke gudang-gudang lain di wilayah Kalimantan Tengah seperti ke Bulog Pangkalan Bun, Palangka Raya, Buntok dan Muara Teweh," tegas Fuad.
Baca juga: Pemkab Kotim siapkan pembahasan APBD Perubahan lebih awal
Fuad menambahkan, masalah serapan gabah kini sudah menjadi perhatian bersama. Hasil rapat koordinasi daerah, sarapan gabah disebutkan berpengaruh terhadap inflasi karena berkaitan dengan rumah tangga maupun usaha masyarakat.
Harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru yakni Rp6.500 per kilogram GKP, dinilai cukup menguntungkan petani. Dampaknya, jika gabah terserap maka pendapatan petani relatif lebih stabil sehingga diharapkan tidak terlalu terdampak terhadap kenaikan harga karena penghasilannya cukup baik.
Khusus di Kotawaringin Timur, Bulog sudah menyerap 3.500 ton gabah kering panen (GKP). Semua berasal dari petani di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit yang memang merupakan daerah lumbung padi Kotawaringin Timur.
"Kalau dikali Rp6500 per kilogram maka berarti uang yang sudah dikucurkan Bulog mencapai Rp22.750.000.000. Artinya uang mengalir ke masyarakat Lampuyang sebanyak itu maka otomatis perputaran ekonomi meningkat," tambahnya.
Bulog Kotawaringin Timur juga diinstruksikan memasifkan penjualan beras SPHP. Langkah ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan serta untuk menjaga agar harga beras di pasaran tetap stabil.
Bulog juga diminta proaktif bersama pemerintah daerah melakukan pengawasan dengan inspeksi mendadak atau sidak ke pasar terhadap penjualan sembako di atas harga eceran tertinggi (HET).
Baca juga: Bupati Kotim minta warga sampaikan kondisi ekonomi riil saat Sensus Ekonomi
Baca juga: Jamaah haji Kotim dijadwalkan tiba bertahap mulai 12 Juni
Baca juga: Pj Sekda Kotim ungkap ada kelonggaran kebijakan belanja pegawai
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
