
Hadapi musim kemarau, tiga perusahaan di Kapuas matangkan pengendalian karhutla

Kuala Kapuas (ANTARA) - Tiga perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yakni PT Dwie Warna Karya (DWK), PT Susantri Permai (SP), dan PT Kapuas Maju Jaya (KMJ), memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2026, kepada puluhan karyawannya.
“Bimtek ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personel dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasionalnya di Kalimantan Tengah,” kata Koordinator perwakilan pimpinan perusahaan, Jannes Manurung di Kuala Kapuas, Sabtu.
Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan sangat penting, khususnya menjelang musim kemarau.
Untuk itu, komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla melalui peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan berbagai pihak terkait.
Dalam kegiatan Bimtek ini, perusahaan bersinergi lintas sektor bersama TNI-Polri, Manggala Agni, hingga tim pemadam kebakaran perusahaan. Kegiatan Bimtek Karhutla ini dilaksanakan dalam dua gelombang untuk memastikan seluruh peserta memperoleh materi dan praktik lapangan secara optimal.
Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 2–4 Juni 2026, yang diikuti sebanyak 45 peserta, dan gelombang kedua berlangsung dari tanggal 4-6 Juni 2026, yang diikuti sebanyak 45 peserta.
“Jadi untuk total peserta yang mengikuti pelatihan selama lima hari ini, total keseluruhan sebanyak 90 peserta,” terangnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengendalian karhutla, mulai dari aspek regulasi, strategi pencegahan, teknik pemadaman, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, hingga simulasi penanganan kebakaran di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla.
“Kegiatan Bimtek Karhutla yang digelar perusahaan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud penguatan koordinasi lapangan, kesiapan personel, pengecekan sarana pemadaman, hingga peningkatan kapasitas tim tanggap darurat bersama para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sementara itu, Regional Sustainability, Sarfin Situmeang, menyampaikan bahwa pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Melainkan diperlukan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran dapat berjalan secara efektif.
“Perusahaan senantiasa berupaya melengkapi dan meningkatkan kesiapan peralatan pemadam kebakaran sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Kesiapan sarana dan prasarana tersebut, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Dengan terselenggaranya Bimtek Karhutla Tahun 2026 ini, PT DWK, PT SP dan PT KMJ menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pencegahan karhutla melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana, serta sinergi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
