Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim normalisasi drainase cegah genangan ganggu penerbangan

Rabu, 10 Juni 2026 05:11 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor (setelan hitam) meninjau langsung kegiatan normalisasi drainase di ujung landasan bandara, Sampit, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menurunkan alat berat untuk normalisasi drainase sekitar landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit untuk mengantisipasi genangan air yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

“Karena selama ini rupanya air dari daerah barat itu mengalir melewati bandara, sehingga ketika pasang sungai dan hujan lebat maka runway (landasan pacu) ada yang tergenang,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Selasa.

Bupati menginstruksikan dinas terkait membersihkan drainase agar aliran air menjadi lancar dan tidak lagi mengarah ke landasan pacu. Penanganan teknis dikaji lebih lanjut oleh Dinas Pekerjaan Umum agar sistem pembuangan air dapat diarahkan ke jalur aman.

Ia menilai langkah tersebut penting dilakukan mengingat aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit kini semakin rutin. Kondisi runway yang tergenang dinilai dapat menjadi kendala serius apabila tidak segera ditangani sejak dini.

Halikinnor berharap normalisasi drainase mampu menjadi solusi jangka panjang agar kawasan bandara tetap aman dari genangan meskipun terjadi hujan deras maupun pasang air sungai. Dengan kondisi runway yang tetap kering, pelayanan penerbangan diharapkan berjalan lancar tanpa gangguan.

Sementara itu, Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris menyampaikan langkah normalisasi dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar debit air tidak seluruhnya masuk ke drainase bandara.

Baca juga: DKUKMPP Kotim imbau warga waspadai modus penjualan beras palsu keliling

Ia mengungkapkan sebelumnya sempat terjadi genangan di kawasan bandara, namun air dapat surut dengan cepat, sehingga tidak sampai menghambat aktivitas penerbangan.

Meski begitu, pihaknya tetap memandang kondisi tersebut harus diantisipasi lebih awal demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Memang tidak sampai menghambat penerbangan. Namun, dari sisi keamanan dan keselamatan tentu tetap berpengaruh, makanya kami berusaha semaksimal mungkin supaya tidak ada genangan air lagi. Ini lebih ke tindakan antisipasi saja, karena cuaca sekarang tidak menentu,” kata Haris.

Baca juga: Legislator Kotim dorong perketat pengawasan MinyaKita jelang kenaikan HET

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat pengarusutamaan gender hingga tingkat desa

Baca juga: Pemkab Kotim ajak pelaku usaha isi SE2026 hingga tuntas



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026