
Pemkab Lamandau sinergikan gerakan pengendalian inflasi bersama Pusat

Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra hadir diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Charles Rakam Mamud.
Pemkab Lamandau berkomitmen untuk senantiasa menyinergikan program ataupun gerakan pengendalian inflasi bersama Pemerintah Pusat sehingga memberikan hasil maksimal.
"Jika masyarakat di daerah kita adalah kelompok dominan pemakan cabai, maka bertanggung jawablah kepala daerahnya, jangan hanya mengandalkan kabupaten/kota lain," kata Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.
Baca juga: Pemkab Lamandau ajak orang tua pastikan anak lanjut sekolah
Menurutnya, harga cabai yang tinggi tidak bisa terus diatasi hanya dengan distribusi dari daerah lain. Berdasarkan data BPS per Mei 2026, cabai merah tercatat sebagai komoditas yang memberikan tekanan inflasi paling tinggi dengan kenaikan harga hingga 25, 64 persen dan andil inflasi sebesar 0, 08 persen.
Tingginya harga cabai tidak terlepas dari besarnya industri pengolahan yang menyerap hasil produksi, sehingga ketersediaan untuk konsumsi rumah tangga menjadi terbatas.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri meminta seluruh kepala daerah untuk menggalakkan gerakan menanam cabai di wilayah masing-masing.
Berkaitan hal tersebut, Pemkab Lamandau berkomitmen mendukung serta akan mengambil langka proaktif dengan mendorong peningkatan produksi cabai di wilayah setempat.
Pengendalian inflasi membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan agar persoalan kenaikan harga komoditas, tidak terus berulang dan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.
Baca juga: Menthobi Raya-Lamandau miliki ragam potensi strategis
Baca juga: Bupati Lamandau sebut pendidikan investasi terbaik untuk masa depan
Baca juga: Bupati Lamandau dukung Pusat wujudkan ketahanan pangan
Pewarta : Yansyah
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
