Logo Header Antaranews Kalteng

Pemprov Kalteng kaji penggabungan OPD optimalkan kinerja

Kamis, 11 Juni 2026 11:54 WIB
Image Print
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang melakukan pengkajian untuk melakukan penggabungan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga dapat semakin memacu kinerja agar lebih optimal.

"Kami ini punya sekitar 32 OPD, seharusnya ideal paling-paling sekitar 21 OPD pun bisa seharusnya, sehingga anggarannya itu bisa berkurang, bisa dibangun untuk lainnya," kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Rabu.

Namun gubernur menekankan penggabungan perangkat daerah harus melalui berbagai pertimbangan ataupun perhitungan yang tepat, sehingga setelah dilakukan benar-benar merdampak positif terhadap kinerja pemerintah provinsi.

"Tentunya banyak pertimbangan ya, tapi itu pasti kami lakukan," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Kalteng tegaskan belanja pegawai pemprov masih aman

Pemprov Kalteng terus berupaya melaksanakan program maupun kegiatan kerja secara efektif dan efisien, untuk memastikan pelaksanaan pembangunan pada berbagai sektor dapat berjalan serta berdampak optimal bagi masyarakat, terlebih di tengah efisiensi anggaran.

Sebelumnya Agustiar juga mengatakan kebijakan efisiensi anggaran adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat, dengan fokus pada prioritas, tepat sasaran dan berdampak langsung.

"Oleh karena itu, efisiensi bukan berarti mengurangi semangat membangun," tegasnya.

Gubernur Kalteng ini pun menyikapi positif kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan pusat hingga ke daerah, karena dinilai membuat pembangunan menjadi lebih efektif dan selektif.

"Efisiensi anggaran daerah tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan langkah untuk memfokuskan anggaran agar lebih efektif dan presisi," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Gubernur menjabarkan sebagai tindak lanjut kebijakan efisiensi, pihaknya melakukan berbagai pemangkasan biaya yang dinilai kurang esensial seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor, hingga rapat di hotel.

"Kami ingin memastikan anggaran benar-benar hadir di tengah harapan rakyat secara terukur, dari pedalaman hingga perkotaan,” terang Agustiar.

Adanya kondisi global dan efisiensi dari pemerintah saat ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun anggaran 2026 hanya sekitar Rp5,4 triliun.

"Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran seperti ini tapi pelayanan masyarakat adalah prioritas kami," tegasnya.

Baca juga: Mewujudkan desa di Kalteng sebagai pusat ekonomi

Baca juga: Implementasi Stranas PK di Kalteng, tiga instrumen penting cegah korupsi

Baca juga: Pemprov dukung Palangka Raya sebagai percontohan kota antikorupsi



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026