Logo Header Antaranews Kalteng

Polisi bongkar penyelundupan ketamin 10,8 kg di Bandara Soetta

Kamis, 11 Juni 2026 13:55 WIB
Image Print
Petugas berjaga di depan barang bukti narkotika usai konferensi pers di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2026). Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta bekerjasama dengan kepolisian membongkar upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional dari empat kasus pada kurun waktu Januari - Februari 2026 dengan menahan enam tersangka beserta barang bukti berupa ketamin 5.494 gram, sabu 3.094 gram, ekstasi 1.066 gram, dan etomidate 3.600 gram. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym.

Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta mengungkap penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat 10,8 kilogram senilai sekitar Rp10,9 miliar melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kepala Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Wisnu Wardana di Tangerang, Kamis, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil operasi gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai pada 30 Maret 2026.

"Barang bukti yang diamankan berupa sediaan farmasi jenis ketamin seberat 10,8 kilogram dengan nilai mencapai Rp10,9 miliar," kata Wisnu.

Ia menjelaskan petugas mengamankan seorang perempuan berinisial WNK, warga negara Hong Kong, China, yang diduga berperan sebagai kurir jaringan internasional penyelundupan ketamin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketamin tersebut disembunyikan di dalam koper dan disamarkan dengan barang bawaan milik tersangka.

"Modusnya, barang tersebut disembunyikan di dalam bagasi penumpang dari luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan pengungkapan kasus berawal dari kecurigaan petugas terhadap barang bawaan penumpang yang tiba dengan rute Paris-Dubai-Jakarta.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan 199 bungkus suplemen merek Fit Lane Basics yang berisi serbuk ketamin dengan berat bruto mencapai 10.798,2 gram.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui sediaan farmasi jenis ketamin tersebut disamarkan ke dalam bungkus suplemen dan disembunyikan di dalam koper bawaan tersangka," kata Hengky.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Polisi (AKP) Michael Tandayu mengatakan tersangka WNK diduga diperintah oleh seseorang berinisial S yang diduga warga negara Hong Kong.

"Kami masih mendalami peran tersangka, termasuk aliran pembayaran maupun pihak-pihak lain yang terlibat," katanya.

Polisi telah memasukkan S ke dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga mengendalikan pengiriman ketamin dari luar negeri ke Indonesia.

Baca juga: Polisi Bandara Soetta gagalkan penyelundupan BBL senilai Rp4,28 miliar

Atas perbuatannya, WNK disangkakan melanggar Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terkait peredaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan persyaratan keamanan.

"Tersangka terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," kata Michael.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026