
Palangka Raya cegah penularan TBC lewat Kelurahan Siaga Tuberkulosis

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC), melalui pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis.
"Program ini pada tahap awal diterapkan di empat kelurahan, yakni Kelurahan Palangka, Pahandut, Bukit Tunggal, dan Menteng," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Kamis.
Dia menambahkan, pembentukan Kelurahan Siaga TBC merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Indonesia.
“Pada tahap awal, program ini dilaksanakan di empat kelurahan. Karena itu, kami mengumpulkan seluruh pihak terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan program yang telah disusun,” kata Zaini.
Ia menjelaskan, Kelurahan Siaga TBC memiliki tiga tugas utama, yakni melakukan penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat, mendampingi pasien selama menjalani pengobatan, serta memberikan edukasi guna menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.
Menurutnya, semakin banyak kasus yang berhasil ditemukan justru menjadi hal positif, karena penderita dapat segera memperoleh penanganan dan mencegah penularan lebih luas.
“Semakin banyak kasus ditemukan, semakin baik. Sebab, jika tidak ditemukan maka tidak bisa diobati dan berpotensi terus menularkan kepada orang lain,” katanya.
Zaini menuturkan, TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Risiko penularan pun akan berkurang secara signifikan setelah pasien rutin mengonsumsi obat.
“Apabila pengobatan dijalankan secara teratur selama enam bulan sesuai anjuran, pasien dapat sembuh. Karena itu, pendampingan selama masa pengobatan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Baca juga: Diskominfo Palangka Raya jelaskan perbedaan data belanja kerja sama media 2026
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.101 kasus TBC ditemukan di Kota Palangka Raya. Namun, tingginya angka temuan tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi yang memburuk, melainkan menunjukkan semakin optimalnya upaya deteksi dini yang dilakukan.
Ia menambahkan, penanganan TBC menjadi perhatian serius pemerintah karena penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat penyakit menular di dunia.
Baca juga: Dishub Palangka Raya jelaskan penyebab lampu merah lebih lama di simpang empat Jalan Tinggang
Baca juga: Pemkot Palangka Raya minta petugas sensus ekonomi jaga integritas-akurasi data
Baca juga: Disdik Palangka Raya ingatkan calon siswa siapkan dokumen SPMB SMP 2026
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
