Logo Header Antaranews Kalteng

Masyarakat Palangka Raya minta tenang hadapi kenaikan harga pertamax

Kamis, 11 Juni 2026 17:13 WIB
Image Print
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. ANTARA/Rajib Rizali.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery mengakui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari meningkatnya inflasi hingga terganggunya daya beli warga.

Terus terang kenaikan BBM jenis Pertamax yang sangat tinggi tersebut sangat mengagetkan karena dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, kata Khemal di Palangka Raya, Kamis.

"Meski begitu, kami berharap masyarakat tetap tetap tenang dan dapat menahan diri serta bersama-sama menjaga kondisi tetap aman serta kondusif kota yang kita cintai ini," tambahnya.

Menurutnya, selisih harga yang cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite berpotensi memicu lonjakan permintaan terhadap BBM bersubsidi sehingga dapat menyebabkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Kondisi tersebut, lanjut dia, juga diperkirakan akan berpengaruh terhadap distribusi kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya yang sebagian besar pasokannya berasal dari luar daerah.

"Perbedaan harga yang cukup tinggi membuat masyarakat akan berlomba-lomba mencari Pertalite. Dampaknya tentu luar biasa dan kita bisa kembali melihat antrean panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi," ucapnya.

Khemal menambahkan, sekitar 90 persen kebutuhan pokok masyarakat Kota Palangka Raya masih didatangkan dari luar daerah sehingga kenaikan biaya transportasi berpotensi mendorong naiknya harga berbagai komoditas.

"Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi keamanan serta ketertiban di tengah kondisi ekonomi yang dinilai cukup berat," ujarnya.

Selain itu, Khemal mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menyikapi dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.

Ia menilai kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup.

Baca juga: Palangka Raya cegah penularan TBC lewat Kelurahan Siaga Tuberkulosis

"Kita tunggu langkah-langkah konkret yang akan diambil pemerintah kota. Ini merupakan pukulan berat bagi kita semua dan dampaknya sangat luar biasa," tuturnya.

Di sisi lain, Khemal mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting guna menekan pengeluaran, sekaligus mengajak keluarga memberikan pemahaman kepada generasi muda agar lebih bijak dalam membelanjakan uang di tengah situasi ekonomi saat ini.

Ia juga berharap pemerintah dapat memperbanyak program padat karya dan kegiatan swakelola yang melibatkan masyarakat sehingga mampu menyerap tenaga kerja, menekan angka kemiskinan, serta menjaga daya beli warga.

"Kalau kegiatan pemerintah bisa menyerap tenaga kerja, artinya dapat membantu menekan angka kemiskinan dan menjaga daya beli masyarakat. Saya berharap kondisi ini segera berlalu dan perekonomian kita kembali membaik," demikian Khemal.

Baca juga: Diskominfo Palangka Raya jelaskan perbedaan data belanja kerja sama media 2026

Baca juga: Dishub Palangka Raya jelaskan penyebab lampu merah lebih lama di simpang empat Jalan Tinggang

Baca juga: Pemkot Palangka Raya minta petugas sensus ekonomi jaga integritas-akurasi data



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026