Logo Header Antaranews Kalteng

Bupati Kotim gandeng Brebes kendalikan inflasi dari komoditas pangan

Kamis, 11 Juni 2026 17:44 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor saat menyampaikan sambutan di acara Bazar UMKM, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor bergerak cepat menggandeng Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memasok bawang merah dan cabai langsung ke Sampit, menyusul meningkatnya inflasi daerah yang dipicu kenaikan harga dua komoditas pangan tersebut.

"Kemarin siang saya langsung menelpon Bupati Brebes. Kebetulan kami kenal baik, jadi kita mengupayakan untuk mendatangkan bawang merah dan cabai rawit itu langsung dari sana, Itu salah satu cara mengendalikan harga di Kotim," kata Halikinnor di Sampit, Kamis.

Dia menjelaskan, langkah ini diambil setelah rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baru-baru ini. Dari rapat itu diketahui bahwa Kota Sampit mengalami peningkatan inflasi pada Mei 2026 yang dipicu kenaikan harga komoditas bawang merah dan cabai rawit.

Menurutnya, hal ini merupakan efek domino dari kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan antara Iran dengan Amerika dan Israel, yang mempengaruhi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berimbas pada peningkatan biaya transportasi atau distribusi, sehingga harga berbagai kebutuhan pokok pun meningkat.

Khususnya di Kotim, komoditas seperti bawang merah dan cabai rawit mayoritasnya masih mengandalkan pasokan dari Pulau Jawa, sehingga dengan meningkatnya biaya distribusi maka harga komoditas itu pun melonjak dan mempengaruhi inflasi daerah setempat.

"Saat rapat TPID kemarin memang masih ada peningkatan pada inflasi kita. Untuk Mei 2026 itu inflasi year-on-year kita berada di angka 4,18 persen, meningkat dibanding April 2026 yang 3,65 persen. Makanya, kita upayakan untuk menurunkan inflasi dengan menstabilkan harga yang ada," tuturnya.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak semakin membebani masyarakat. Pemkab Kotim tidak ingin kenaikan harga berlangsung terlalu lama karena dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Baca juga: Polres dan Pemkab Kotim bersinergi memajukan UMKM

Oleh sebab itu, langkah cepat dilakukan dengan menjalin komunikasi langsung bersama daerah penghasil komoditas. Kerjasama antar badan usaha milik daerah (BUMD) tengah disiapkan agar distribusi komoditas dari Brebes ke Sampit dapat berjalan lebih efektif. Skema business to business (B2B) itu diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sehingga harga jual di pasaran bisa lebih stabil.

Ia menyebut komunikasi awal dengan Pemerintah Kabupaten Brebes telah mendapat respons positif. Bahkan, pihaknya langsung menginstruksikan BUMD Kotim untuk segera berkoordinasi dengan BUMD Brebes terkait teknis pengiriman bawang merah dan cabai ke Sampit.

"Kami berharap dengan pasokan bawang merah dan cabai yang mencukupi maka harga dapat berangsur turun. Kami juga akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok guna menjaga kestabilan inflasi di daerah kita," demikian Halikinnor.

Baca juga: Pemkab Kotim kaji hibah lahan untuk pengembangan Kaharingan Center

Baca juga: Bupati Kotim sambut baik peninjauan ulang aturan belanja pegawai

Baca juga: Pemkab Kotim normalisasi drainase cegah genangan ganggu penerbangan



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026