Logo Header Antaranews Kalteng

Bank Sampah di Palangka Raya perluas layanan melalui 12 Posyandu

Jumat, 12 Juni 2026 17:37 WIB
Image Print
Bank Sampah di Palangka Raya perluas layanan melalui 12 Posyandu. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Palangka Raya (ANTARA) - Bank Sampah Jekan Mandiri di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas jangkauan layanan pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya melalui kerja sama dengan 12 Posyandu yang tersebar di berbagai wilayah setempat.

"Melalui program BASMI (Bank Sampah Jekan Mandiri Keliling) yang melibatkan 12 Posyandu ini, masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan jemput dan tabung sampah lebih dekat dari lingkungan tempat tinggal mereka," kata Direktur Bank Sampah Jekan Mandiri Maria Edi Jati Wirawati di Palangka Raya, Jumat.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Posyandu merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah keluarga.

"Program BASMI ini kami hadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Warga tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke bank sampah karena layanan kami hadir langsung di lingkungan masyarakat melalui Posyandu," katanya.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana menabung sampah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Melalui keterlibatan kader Posyandu dan warga sekitar, BASMI diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Maria menjelaskan kehadiran BASMI merupakan inovasi pelayanan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai masih banyak sampah rumah tangga yang memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan kembali apabila dipilah serta dikelola secara tepat.

"Masih banyak sampah rumah tangga yang memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan kembali apabila dipilah dan dikelola dengan baik. Kami mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Baca juga: Bapenda Palangka Raya tingkatkan kepatuhan wajib pajak lewat maklumat

Adapun jenis sampah yang dapat disetorkan melalui layanan BASMI antara lain kertas dan kardus, botol plastik, kaleng dan besi, serta minyak jelantah. Sampah yang disetorkan harus dalam kondisi terpilah, bersih, dan kering agar dapat diproses lebih lanjut.

Hasil tabungan sampah masyarakat selanjutnya dapat dikonversikan menjadi berbagai bentuk manfaat, seperti uang tunai, saldo dompet digital, tabungan emas, paket sembako, tabungan pada bank konvensional, hingga dukungan kebutuhan gizi berupa makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil.

Maria berharap kehadiran BASMI di Posyandu dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang nyata dari sampah," kata Maria.

Sementara itu, sebelumnya Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah mengolaborasikan program pengelolaan sampah dengan layanan keuangan melalui integrasi Bank Sampah Keren dan tabungan emas Pegadaian, sebagai upaya mendorong pelestarian lingkungan sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan kepada para penggiat sampah, pemulung, serta pengelola bank sampah untuk menabung hasil pengelolaan sampah dalam bentuk tabungan emas yang aman dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini melalui program Bank Sampah Keren yang terintegrasi dengan tabungan emas di Pegadaian. Hasil pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen tabungan jangka panjang,” katanya.

Ia menjelaskan, selain mendorong pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Palangka Raya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.

Baca juga: BPBD Palangka Raya susun kajian risiko bencana perkuat mitigasi bencana

Baca juga: Ketua DPRD Palangka Raya dorong petugas Sensus Ekonomi bangun komunikasi

Baca juga: Adhyaksa FC berpeluang bermarkas di Palangka Raya usai tinjau Stadion Tuah Pahoe



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026