Logo Header Antaranews Kalteng

Kehadiran Super Air Jet torehkan sejarah baru penerbangan di Kotim

Jumat, 12 Juni 2026 20:48 WIB
Image Print
Super Air Jet resmi beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit, 12/6/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kehadiran maskapai Super Air Jet (SAJ) di Bandara Haji Asan Sampit menorehkan sejarah baru bagi dunia penerbangan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, karena untuk pertama kalinya pesawat berbadan besar dengan kapasitas 180 penumpang berhasil mendarat di bandara setempat.

“Alhamdulillah, ini sepanjang sejarah, baru ini pertama kali pesawat dengan badan cukup lebar dengan muatan 180 penumpang mendarat di Bandara Haji Asan Sampit. Ini pertama kali. Sepanjang sejarah baru ini,” kata Bupati Kotim, Halikinnor di Sampit, Jumat.

Inagurasi perdana SAJ dengan Pesawat Airbus A320 di Bandara Haji Asan Sampit ini disambut cukup meriah dengan kehadiran kepala daerah dari tiga kabupaten, yakni Bupati dan Wakil Bupati Kotim, Bupati Seruyan dan Bupati Katingan yang diwakili Kepala Dinas Perhubungannya.

Selain itu, Kepala Bandara Haji Asan Sampit dan jajaran, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kotim, BMKG Kotim, Kadin Kotim, Tokoh masyarakat dan tak ketinggalan KSOP Kelas III Sampit selaku insan perhubungan turut hadir dalam penyambutan tersebut.

Halikinnor mengatakan, momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan transportasi udara di Kotim sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan investasi dan konektivitas antardaerah.

“Keberhasilan menghadirkan Super Air Jet tidak terlepas dari dukungan masyarakat, kerjasama pemerintah daerah, serta upaya Kepala Bandara dan Dinas Perhubungan Kotim yang sejak awal terus memperjuangkan peningkatan layanan penerbangan di Sampit,” ujarnya.

Halikinnor juga menyampaikan, sejumlah pembenahan infrastruktur bandara juga terus dilakukan, termasuk penanganan obstacle atau hambatan keselamatan penerbangan berupa pepohonan di sekitar kawasan bandara yang sebagian sudah mulai ditebang.

Baca juga: Wabup Kotim soroti alur distribusi pemicu kenaikan harga MinyaKita

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan fasilitas keselamatan lain, termasuk rencana pemasangan pagar pengaman lebih tinggi di ujung runway sesuai rekomendasi dari Kementerian Perhubungan.

“Untuk perpanjangan runway, kita memang saat ini runway yang ada ini 2.060 meter. Kami minta kemarin kesepakatan dari Kementerian Perhubungan, karena kita tahu semua saat ini sedang defisit anggaran, sehingga disepakati perpanjangan dan pelebaran menjadi tanggung jawab kementerian,” paparnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kotim juga berkomitmen membangun gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dan pengembangan apron atau area parkir pesawat yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.

Halikinnor optimistis kehadiran SAJ akan berdampak besar terhadap perkembangan ekonomi daerah mengingat Kotim memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat luas, sektor pertambangan, perdagangan, jasa hingga potensi wisata dan umrah.

Selama ini, tambahnya, banyak investor menuju Sampit harus melalui Palangka Raya dan melanjutkan perjalanan darat, namun dengan hadirnya SAJ akses menuju Kotim menjadi lebih mudah dan cepat.

“Harapan kita nanti kalau perlu Batik Air bisa landing juga di sini. Dalam waktu dekat rute Sampit-Surabaya juga kita harapkan bisa dibuka karena permintaan cukup tinggi,” ucapnya.

Dalam penerbangan perdana ini, SAJ membawa 178 penumpang turun dan 141 penumpang berangkat termasuk Bupati Kotim dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: Pemkab Kotim sambut hangat kepulangan jamaah haji

Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otban) Balikpapan Ferdinan Nurdin yang turut dalam kedatangan perdana SAJ di Bandara Haji Asan Sampit, mengapresiasi tingginya dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan penerbangan. Hal ini terlihat dari hadirnya sejumlah kepala daerah dalam peresmian penerbangan perdana tersebut.

“Baru kali ini acara inagurasi dihadiri tiga bupati, yakni Bupati Kotim dan Wakil Bupati Kotim, Bupati Seruyan, kemudian Bupati Katingan yang diwakili Kepala Dinas Perhubungannya. Ini luar biasa,” kata Ferdinan.

Kendati begitu, ia menegaskan, bahwa tantangan terbesar bukan hanya mendatangkan maskapai ke suatu daerah, tetapi menjaga agar operasional penerbangan dapat bertahan dan berkelanjutan di tengah kondisi industri penerbangan yang masih menghadapi tingginya biaya operasional, termasuk harga avtur.

Oleh sebab itu, Ferdinan menilai diperlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, otoritas bandara hingga maskapai penerbangan agar layanan penerbangan di Sampit tetap berkembang.

Ia menilai, keberadaan SAJ sangat strategis karena terhubung dengan jaringan Lion Group yang memiliki konektivitas luas baik domestik maupun internasional.

Ia juga menyoroti besarnya potensi umrah dari Sampit yang dinilai dapat menjadi pasar penting bagi penerbangan lanjutan melalui jaringan Lion Group.

Namun, ada beberapa catatan yang menjadi perhatian pihaknya selaku otoritas bandara. Hal ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan dan kelayakan bandara tersebut yang masih memiliki banyak "pekerjaan rumah" dan perlu ditingkatkan.

Bupati Kotim Halikinnor dan jajaran menyambut kedatangan perdana Otban Balikpapan dan Direktur Utama Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit, 12/6/2026). ANTARA/Devita Maulina

Ferdinan turut mendorong pemerintah daerah melakukan perpanjangan runway minimal menjadi 2.250 meter dengan lebar ideal 45 meter agar operasional pesawat Airbus A320 lebih optimal dan nyaman bagi penumpang maupun kru pesawat.

“Tolonglah dari sisi safety itu harus compliance. Karena kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat. Saya titipkan ke Bupati Kotim dan jajaran agar obstacle (rintangan) dan keselamatan penerbangan benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Sementara, saat ini panjang runway di Bandara Haji Asan Sampit baru sekitar 2060 meter dan lebar 30 meter. Kondisi ini memang masih memungkinkan operasional Pesawat tipe Airbus A320, namun belum optimal.

Contoh, saat pendaratan perdana pesawat tersebut hanya bisa sampai sebelum taxiway, tidak sampai apron atau tempat parkir bandara. Kondisi ini membuat jarak antara pesawat dengan stasiun penumpang agak jauh, sehingga kurang nyaman bagi kru pesawat maupun pengguna jasa. Disamping itu, fuel (bahan bakar) yang digunakan pun lebih boros.

Selain itu, ia juga meminta potensi komoditas daerah seperti perikanan, perkebunan, pertanian hingga produk UMKM dapat dikembangkan melalui dukungan konektivitas udara.

“Bandara itu hadir bukan hanya sebagai pintu gerbang, tapi bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan inflasi, dan menumbuhkan ekonomi di sekitar bandara,” pungkasnya.

Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari mengatakan penerbangan perdana rute Jakarta-Sampit-Jakarta menjadi momen bersejarah bagi perusahaan karena Sampit resmi menjadi kota ke-36 yang dilayani SAJ di Indonesia.

“Hari ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan Super Air Jet. Dengan resmi beroperasi rute Jakarta-Sampit-Jakarta maka Sampit menjadi kota ke-36 yang kami terbangi dari seluruh Indonesia,” ucap Ari.

Baca juga: Kedatangan perdana Super Air Jet di Sampit penumpang di atas 90 persen

Ia memaparkan, SAJ saat ini telah melayani 35 kota domestik dan satu rute internasional dengan komitmen memperluas konektivitas udara guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ari menyampaikan, bahwa penumpang dari Sampit kini dapat terhubung ke berbagai kota lain melalui jaringan Lion Group hanya dengan satu tiket penerbangan.

Tidak hanya itu, konektivitas penerbangan umrah juga dinilai sangat potensial karena Lion Air telah melayani penerbangan Jakarta-Jeddah menggunakan pesawat berbadan lebar Airbus A330.

“Kami melihat Sampit sebagai daerah yang berpotensi besar dan berperan strategis di Kalimantan Tengah. SAJ hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan transportasi udara, tapi juga sebagai mitra mendukung pertumbuhan dan kemajuan daerah,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran SAJ dapat memperkuat konektivitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan dunia usaha di Kotim maupun wilayah sekitar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan kepercayaan yang diberikan. Semoga penerbangan perdana ini menjadi awal dari konektivitas semakin kuat, ekonomi yang semakin berkembang, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” demikian Ari.

Baca juga: Wabup Kotim temukan celah masalah harga elpiji di pengecer

Baca juga: Pemkab Kotim kucurkan Rp15 miliar benahi drainase di dua ruas strategis

Baca juga: Pemkab Kotim bidik Tiwah sebagai magnet wisata budaya



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026