Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkot Palangka Raya perkuat deteksi dini lewat Kelurahan Siaga TBC

Sabtu, 13 Juni 2026 12:37 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. ANTARA/Rendhik Andika

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat upaya deteksi dini tuberkulosis (TBC) melalui pembentukan Kelurahan Siaga TBC yang bertugas melakukan penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, serta edukasi kepada masyarakat guna menekan penyebaran penyakit tersebut.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Sabtu mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Indonesia.

"Pada tahap awal, program ini dilaksanakan di empat kelurahan. Karena itu, kami mengumpulkan seluruh pihak terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan program yang telah disusun," katanya.

Ia menjelaskan empat kelurahan yang menjadi lokasi awal pelaksanaan program tersebut yakni Kelurahan Palangka, Pahandut, Bukit Tunggal, dan Menteng. Keberadaan Kelurahan Siaga TBC diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mendukung penanggulangan penyakit menular tersebut.

Menurut Zaini, Kelurahan Siaga TBC memiliki tiga tugas utama, yaitu menemukan kasus secara aktif di tengah masyarakat, mendampingi pasien selama menjalani pengobatan, serta memberikan edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.

Ia menilai semakin banyak kasus yang ditemukan justru menjadi indikator positif karena penderita dapat segera memperoleh penanganan dan mencegah penularan yang lebih luas di lingkungan sekitarnya.

"Semakin banyak kasus ditemukan, semakin baik. Sebab, jika tidak ditemukan maka tidak bisa diobati dan berpotensi terus menularkan kepada orang lain," ujarnya.

Baca juga: Palangka Raya integrasikan penanggulangan bencana dalam pembangunan

Zaini menuturkan TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Risiko penularan juga akan menurun secara signifikan ketika pasien rutin mengonsumsi obat hingga tuntas.

"Apabila pengobatan dijalankan secara teratur selama enam bulan sesuai anjuran, pasien dapat sembuh. Karena itu, pendampingan selama masa pengobatan menjadi sangat penting," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 2025 ditemukan sebanyak 1.101 kasus TBC di Kota Palangka Raya. Tingginya angka temuan tersebut, menurut Zaini, tidak selalu menunjukkan peningkatan kasus, tetapi juga mencerminkan semakin optimalnya upaya deteksi dini yang dilakukan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan.

Ia menambahkan penanganan TBC menjadi perhatian serius pemerintah karena penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat penyakit menular di dunia.

Oleh sebab itu, Pemkot Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pendampingan pasien hingga menyelesaikan pengobatan secara tuntas guna memutus rantai penularan di masyarakat.

Melalui pembentukan Kelurahan Siaga TBC, pemerintah daerah berharap keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi gejala, mendukung proses pengobatan, dan menghilangkan stigma terhadap penderita dapat semakin meningkat sehingga target eliminasi TBC dapat tercapai secara bertahap.

Baca juga: Universitas PGRI Palangka Raya wujudkan SDM unggul Kalteng lewat wisuda 107 sarjana

Baca juga: Rusdiansyah ajak kader PKB lebih dekat dengan masyarakat

Baca juga: Bapenda Palangka Raya tingkatkan kepatuhan wajib pajak lewat maklumat



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026