Logo Header Antaranews Kalteng

UPR wisuda 810 mahasiswa, Rektor minta lulusan siap hadapi tantangan zaman

Sabtu, 13 Juni 2026 17:33 WIB
Image Print
Rektor Salampak saat melakukan prosesi pemindahan tali topi wisuda sebagai simbol pengukuhan kelulusan mahasiswa dalam Wisuda Periode Juni 2026. (ANTARA/HO-UPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah menggelar wisuda periode Juni 2026 dengan mengukuhkan sebanyak 810 lulusan yang berasal dari delapan fakultas dan Program Pascasarjana.

“Di tengah perubahan global yang berlangsung begitu cepat, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi pusat transformasi sosial, penggerak inovasi dan motor penguatan daya saing bangsa,” kata Rektor UPR Salampak di Palangka Raya, Sabtu.

Wisuda digelar sebagai prosesi akademik resmi untuk mengukuhkan kelulusan mahasiswa sekaligus menjadi penanda langkah awal para lulusan memasuki dunia kerja, pengabdian kepada masyarakat, maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Rektor menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang unggul, adaptif, berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.

"Kampus juga harus menjadi pusat riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata,” ucapnya.

Baca juga: Bupati Bartim ajak mahasiswa UPR jadi agen perubahan ke masyarakat desa

Salampak menjelaskan, arah pembangunan yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan bangsa.

Sebagai perguruan tinggi yang berada di jantung Kalimantan, UPR juga disebut memiliki peran strategis dalam mengembangkan riset di bidang kehutanan tropis, pangan, kesehatan, energi terbarukan, lingkungan gambut, hingga pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Pengabdian kepada masyarakat harus menjadi wujud nyata pembangunan yang inklusif. Kampus tidak boleh menjadi menara gading, melainkan mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan daerah,” ujarnya.

Salampak menegaskan, UPR akan terus memperkuat kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui upaya UPR untuk terus mendorong lahirnya inovasi serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan maupun Indonesia.

“Jadilah generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi bagi bangsa,” demikian Salampak.

Baca juga: Empat bakal calon lolos verifikasi administrasi Pemilihan Rektor UPR 2026-2030

Baca juga: Cantik Harati Cultural Arts Festival angkat kisah perempuan Dayak tangguh dan menginspirasi

Baca juga: PLN ajak mahasiswa Palangka Raya jadi garda depan penjaga orang utan



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026