Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD dukung pengembangan Bandara Haji Asan Sampit

Sabtu, 13 Juni 2026 17:58 WIB
Image Print
Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah (kopiah hitam) saat menghadiri acara penyambutan pendaratan perdana Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit, Jumat (12/6/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan fasilitas Bandara Haji Asan Sampit demi mengoptimalkan operasional penerbangan setelah maskapai Super Air Jet resmi beroperasi di daerah tersebut.

“Super Air Jet ini merupakan langkah terbaru untuk Kotim, semoga saja semuanya lancar," kata Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah di Sampit, Sabtu.

Menurutnya ke depan adalah bagaimana pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, yakni mendapatkan dukungan dana untuk bisa memperluas bandara.

Dukungan legislatif ini mengemuka menyusul pendaratan perdana pesawat berbadan besar tipe Airbus A320 milik Super Air Jet yang membawa 178 penumpang dari Jakarta.

Sebagaimana pesan yang disampaikan Otoritas Bandara Balikpapan pada acara inagurasi saat itu, maka langkah perluasan bandara dinilai mendesak.

Hal ini lantaran infrastruktur yang ada saat ini belum sepenuhnya optimal melayani pesawat berbadan lebar, seperti panjang landasan pacu (runway) yang baru mencapai 2.060 meter dengan lebar 30 meter sehingga pendaratan kemarin belum bisa mencapai area parkir (apron) utama.

Baca juga: DPRD Kotim dukung layanan jemput haji dengan pesawat berkelanjutan

Oleh sebab itu, Juliansyah menekankan pentingnya sinergi cepat antara Pemkab Kotim dengan pihak kementerian, guna merealisasikan pembenahan fasilitas keselamatan serta peningkatan kelayakan bandara komersial tersebut secara berkala.

“Termasuk terkait relokasi gedung PKP-PK, karena pemerintah daerah sudah menjamin bahwa itu akan dilaksanakan pada 2027. Tapi harapannya nanti ada sharing dengan kementerian, mengingat kondisi keuangan daerah kita yang juga terbatas,” ujar Juliansyah.

Relokasi atau pembangunan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) baru di lokasi yang berbeda memang menjadi salah satu poin komitmen Pemkab Kotim demi memenuhi standar regulasi keselamatan penerbangan (compliance safety) yang diwajibkan oleh Otoritas Bandara.

Selain itu, tantangan industri penerbangan yang dinamis menuntut kesiapan fasilitas yang memadai agar maskapai dapat terus bertahan dan berkelanjutan, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah setempat.

Politisi Partai Gerindra tersebut memastikan dari fungsi penganggaran dan pengawasan di parlemen daerah, pihak legislatif akan mendukung penuh proses pembenahan infrastruktur transportasi udara yang krusial bagi mobilitas masyarakat dan investasi ini.

“Kalau kami DPRD pada prinsipnya siap mendukung. Khususnya dari Fraksi Gerindra sudah mempertemukan terkait hal itu sebelumnya,” demikian Juliansyah.

Baca juga: Kehadiran Super Air Jet torehkan sejarah baru penerbangan di Kotim

Baca juga: Wabup Kotim soroti alur distribusi pemicu kenaikan harga MinyaKita

Baca juga: Pemkab Kotim sambut hangat kepulangan jamaah haji



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026