
Seorang perempuan di Kobar terluka parah diduga dibakar mantan suami

Pangkalan Bun (ANTARA) - Seorang perempuan di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terluka parah akibat dibakar oleh seorang laki-laki yang diduga merupakan mantan suaminya.
Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiarto saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
"Untuk dugaan sementara pelaku merupakan mantan suami siri Korban," katanya di Pangkalan Bun, Minggu.
Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah warung makan angkringan yang ada di Kecamatan Pangkalan Banteng, Sabtu malam (13/6) sekitar pukul 18.00 WIB.
Dia mengungkapkan, sebelum terjadinya tindakan pembakaran terhadap korban, pelaku dan korban diduga terlibat cekcok.
"Sebelumnya kedua pihak antara pelaku dan korban ini sempat terlibat cekcok. Pemicu pelaku sampai membakar korban, ini masih dalam proses penyelidikan kita," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka bakar yang cukup serius di tubuhnya, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang intensif.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat dan perbincangan luas di media sosial, setelah sejumlah unggahan video saat kejadian menyebar di berbagai platform.
Dalam video yang beredar, terlihat api cukup besar dari tubuh korban yang terbakar. Sejumlah warga yang ada di lokasi berusaha memadamkan api, sementara itu pelaku dikabarkan langsung melarikan diri.
Polsek Pangkalan Banteng melalukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengungkap motif dari tindakan sadis tersebut. Polisi juga masih memburu pelaku.
"Hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran," demikian Agung Sugiarto.
Baca juga: Kepulangan jamaah haji Kobar disambut bahagia bupati dan keluarga
Baca juga: Kotawaringin Barat usung Program Jaga Banua optimalkan penanganan kebakaran
Baca juga: Bulog Kobar salurkan 526 ton beras dukung stabilisasi pangan nasional
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
