Logo Header Antaranews Kalteng

Bahlil usul kuota solar subsidi naik jadi 19 juta KL pada 2027

Senin, 15 Juni 2026 20:07 WIB
Image Print
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan agar alokasi volume solar bersubsidi naik dari yang semula 18,64 juta kiloliter (KL) pada 2026 menjadi 18,80 juta–19 juta KL pada 2027.

“Minyak solar di 2026 itu 18,64 juta KL. Di 2027, kami alokasikan 18,80 sampai dengan 19 juta KL,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Adapun realisasi penyaluran solar bersubsidi hingga Mei 2026 berada di angka 7,77 juta KL.

Baca juga: CNG alternatif pengganti LPG 3 kilogram

Selain peningkatan volume solar bersubsidi, Bahlil juga mengusulkan agar volume minyak tanah bersubsidi meningkat dari yang semula dialokasikan sebesar 0,53 juta KL dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, menjadi 0,543 juta KL–0,561 juta KL.

Realisasi penyaluran minyak tanah bersubsidi hingga Mei 2026 berada di angka 0,21 juta KL.

Dengan demikian, secara keseluruhan, Bahlil mengusulkan peningkatan volume BBM bersubsidi dari yang semula 19,17 juta KL pada 2026, menjadi 19,343 juta KL–19,561 juta KL untuk RAPBN 2027.

Baca juga: Bahlil beri isyarat harga Pertamax segera naik

Sementara itu, untuk volume LPG 3 kg, Bahlil tidak mengusulkan perubahan alokasi volume. Dengan kata lain, alokasi LPG bersubsidi tetap di angka 8 juta metrik ton untuk RAPBN 2027, tidak berubah dari alokasi LPG 3 kg di APBN 2026.

Terkait dengan realisasi penyaluran LPG bersubsidi, Kementerian ESDM mencatat telah tersalurkan sebesar 3,56 juta metrik ton hingga Mei 2026.

“LPG rata-rata sama. Kami alokasikan di angka 8 juta metrik ton, sama dengan 2026,” ujar Bahlil.

Baca juga: Instruksi keras, Prabowo: Evaluasi tambang di hutan lindung, cabut jika tak jelas!

Lebih lanjut, Bahlil juga tidak mengajukan perubahan ihwal subsidi tetap minyak solar atau GasOil 48 untuk RAPBN 2027. Alokasi subsidi tetap minyak solar 48 masih di angka Rp1.000 per liter.

“Sekali lagi saya katakan bahwa ini sama dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah, yang dipimpin oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), sambil menunggu dinamika geopolitik,” kata Bahlil.

Baca juga: Menteri Bahlil tinjau penertiban tambang PT AKT di Murung Raya

Baca juga: Bahlil tegaskan kehati-hatian dalam pajak ekspor batu bara

Baca juga: Bahlil bakal beri insentif bagi warga ubah motor bensin jadi listrik



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026