
Bupati Kotim targetkan pemindahan gedung PKP-PK bandara terlaksana 2027

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menargetkan rencana pemindahan dan pembangunan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Bandara H Asan Sampit dapat terlaksana pada 2027 mendatang.
“Untuk pembangunan dan pemindahan gedung PKP-PK nanti untuk apronnya itu pemerintah daerah yang akan melaksanakan. Saya jamin 2027 itu kami bangun,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa.
Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan rencana pengembangan bandara, khususnya dengan masuknya pesawat berbadan besar Airbus A320 di Bandara Haji Asan Sampit, sehingga memudahkan manuver pesawat.
Rencana pemindahan gedung PKP-PK sebenarnya sudah tercetus sejak beberapa tahun sebelumnya, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk pengembangan bandara tersebut.
Akan tetapi sesuai regulasi pembangunan di kawasan bandara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sedangkan di sisi lain kondisi anggaran ditambah kebijakan efisiensi membuat rencana tersebut belum terlaksana.
Kendati begitu, dengan upaya proaktif dari pemerintah daerah, termasuk usulan untuk sharing dana, memberikan peluang bagi Pemkab Kotim untuk memindahkan gedung PKP-PK tersebut.
“Kemarin kesepakatan dengan Kemenhub, karena kita tau sekarang kita sedang defisit anggaran, karena efisiensi, sehingga disepakati untuk perpanjangan dan pelebaran runway itu tanggung jawab Kemenhub, sedangkan pembangunan gedung PKP-PK itu kita, pemda,” jelasnya.
Disamping itu, ia menyampaikan bahwa pihaknya juga tengah fokus melakukan berbagai upaya pembenahan fasilitas keselamatan penerbangan, termasuk mengatasi masalah hambatan (obstacle) di kawasan bandara.
Baca juga: Pemkab Kotim komitmen tuntaskan perizinan listrik wilayah selatan
Langkah ini diambil guna menindaklanjuti catatan krusial yang disampaikan oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Balikpapan saat berkunjung ke Sampit belum lama ini, demi mengoptimalkan standar keamanan standar penerbangan.
Pemkab Kotim juga mempersiapkan penanganan area ujung runway yang akan dipasangi pagar pengaman tinggi sesuai dengan rekomendasi teknis dari Kemenhub.
Peningkatan infrastruktur bandara ini dinilai sangat mendesak mengingat Kabupaten Kotawaringin Timur memegang posisi strategis sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup 13 kabupaten dan satu kota.
Kotim juga menjadi pusat investasi raksasa, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit yang luasnya mencapai hampir 1 juta hektare dan diklaim sebagai yang terluas untuk skala kabupaten di Indonesia, di samping sektor pertambangan, perdagangan, serta jasa.
“Berbicara soal potensi untuk wilayah, di Kalimantan Tengah yang terdiri 13 kabupaten satu kota, penduduknya terbesar ya ada di Kotim ini dan investasi terbesar di sini adalah perkebunan kelapa sawit,” sebutnya.
Pemerintah daerah berharap optimalisasi bandara ini dapat memangkas jalur transportasi para investor yang selama ini harus mendarat di Palangka Raya terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Sampit.
Ke depan, peningkatan kualitas bandara diharapkan mampu mengakomodasi pendaratan pesawat jet pribadi hingga maskapai komersial berbadan besar.
“Makanya itu kami senang sekali dengan kehadiran pesawat Airbus A320 di Sampit, harapannya ke depan investor-investor yang selama ini harus naik mobil dari Palangka Raya atau terkadang menggunakan jet pribadi untuk ke Sampit bisa lebih lebih nyaman dengan peningkatan transportasi penerbangan ini,” demikian Halikinnor.
Baca juga: Kotim dan Bandung sepakati kolaborasi pengembangan daerah
Baca juga: Dharma Santi jadi wadah memperkuat toleransi dan pembinaan generasi muda di Kotim
Baca juga: Disbudpar Kotim gandeng industri kreatif untuk produksi konten edukasi
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
