
Pemkab Kotim targetkan lelang proyek infrastruktur selesai Juni

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mempercepat proses lelang sejumlah proyek infrastruktur setelah dilakukan penyesuaian anggaran dan harga pekerjaan akibat dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang mempengaruhi biaya material serta konstruksi di lapangan.
“Masih ada beberapa kegiatan yang belum berjalan karena kenaikan BBM berdampak langsung terhadap harga-harga material dan biaya pekerjaan,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Rabu.
Mentana menjelaskan, proses lelang sempat tertunda lantaran pemerintah daerah harus melakukan evaluasi ulang terhadap seluruh rencana kegiatan agar pelaksanaan proyek tetap sesuai kondisi riil di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting supaya pekerjaan yang nantinya dijalankan tidak mengalami kendala teknis maupun kekurangan anggaran di tengah proses pengerjaan.
Sementara itu, kenaikan harga BBM secara berkala dalam beberapa waktu terakhir menjadi alasan utama dilakukannya evaluasi ulang kali ini, sehingga sejumlah kegiatan fisik belum dapat dilaksanakan sejak awal tahun.
Ia menyebutkan, saat ini tahapan administrasi dan perencanaan sebagian besar telah rampung sehingga sejumlah proyek strategis mulai masuk proses lelang pada Juni ini.
Pemkab Kotim juga terus memacu percepatan agar pelaksanaan fisik tidak terlalu jauh mundur dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Insyaallah pada Juni ini beberapa kegiatan strategis sudah mulai masuk tahap lelang,” ucapnya.
Baca juga: Bapenda Kotim gencarkan strategi layanan jemput bola
Salah satu proyek prioritas tahun ini adalah peningkatan Jalan Desa Kandan di Kecamatan Kota Besi.
Ruas tersebut dipilih menjadi proyek strategis karena memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah setempat.
Selain proyek jalan, pemerintah daerah juga mulai menjalankan beberapa kegiatan fisik lainnya, seperti pemeliharaan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono serta program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.
“Perbaikan Jalan Desa Kandan menjadi salah satu proyek strategis yang kami prioritaskan tahun ini,” ujar Mentana.
Ia menambahkan, sebelum pekerjaan dimulai, seluruh dokumen teknis dan administrasi dipastikan lebih dahulu memenuhi persyaratan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah daerah juga berupaya memanfaatkan sisa waktu tahun anggaran secara maksimal agar seluruh kegiatan yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dapat terealisasi.
Dengan percepatan proses lelang tersebut, Pemkab Kotim optimistis program pembangunan infrastruktur tahun 2026 tetap dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan akses transportasi dan pelayanan publik di berbagai wilayah.
“Kami terus mengoptimalkan waktu yang tersedia agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian Mentana.
Baca juga: Peningkatan pelayanan adminduk di Kotim diapresiasi masyarakat
Baca juga: DPRD Kotim apresiasi kemudahan bagi petani membeli BBM di SPBU
Baca juga: Tiwah dan Mamapas Lewu disiapkan jadi agenda budaya tahunan Kotim
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
