
Palangka Raya perkuat literasi anak melalui Lomba Bertutur 2026

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip berupaya memperkuat budaya literasi dan kemampuan komunikasi pada anak melalui Lomba Bertutur Tahun 2026.
"Ada 50 peserta dari berbagai sekolah di Kota Palangka Raya yang mengikuti lomba ini yang sebelumnya telah melalui proses seleksi di tingkat sekolah masing-masing," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini saat membuka acara di Lingkungan Dispursip kota setempat, Kamis.
Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan kemampuan bertutur dan bercerita pada anak sejak usia dini, sekaligus mendukung penguatan literasi di kalangan generasi muda.
"Yang terpenting adalah kegiatan ini dalam rangka menumbuhkembangkan anak-anak kita agar mempunyai salah satu kemampuan bertutur. Dalam lomba ini memang inginnya kita banyak pesertanya, tetapi ada keterbatasan sehingga setiap sekolah diminta menyeleksi dan mengirimkan wakilnya," kata Zaini.
Menurut dia, kemampuan bertutur memiliki nilai strategis karena tidak hanya melatih keberanian dan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga membantu anak-anak memahami serta menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami.
"Hal yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana kita menginginkan bahwa sesuatu itu memang perlu ada penjelasan, perlu ada storytelling. Sesuatu akan tidak menarik kalau tidak dijelaskan dan tidak dipahami, tetapi dengan adanya bertutur kita akan menjadi paham, mengerti, dan tentunya menjadi menarik," ujarnya.
Baca juga: DPRD dorong Disdik Palangka Raya optimalkan penataan guru
Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Yohn Benhur G Pangaribuan di lokasi yang sama menambahkan, kemampuan bertutur juga berperan penting dalam upaya pelestarian budaya, khususnya berbagai cerita rakyat dan legenda nusantara yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Ia menilai kegiatan mendongeng dan bertutur dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Kita memiliki banyak sekali cerita rakyat dan legenda nusantara yang harus terus-menerus dilestarikan. Salah satu cara melestarikannya yaitu dengan cara bertutur dan mendongeng. Kegiatan ini menarik apabila ditumbuhkembangkan mulai dari anak-anak kita," katanya.
Selain itu, lanjut dia, lomba bertutur dapat mendorong peningkatan minat baca anak karena peserta dituntut untuk memahami isi cerita sebelum menyampaikannya kembali kepada audiens.
Melalui proses tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman dalam mengolah informasi dan menyampaikannya secara komunikatif.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat kemitraan penanganan AIDS, TBC dan malaria
Baca juga: Sebanyak 114 anak ikut sunatan massal peringatan HUT-61 Pemkot Palangka Raya
Baca juga: Wali Kota: HUT ke-61 Pemkot Palangka Raya momentum perkuat kolaborasi
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
