Logo Header Antaranews Kalteng

Delapan anggota KTNA Kotim wakili Kalteng ke Penas 2026

Kamis, 18 Juni 2026 17:20 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kotim Irawati saat melepas kontingen Kotim yang turut mewakili Kalteng dalam ajang Penas Petani Nelayan XVII 2026, Kamis (11/6/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengirimkan delapan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk kembali turut mewakili Provinsi Kalimantan Tengah pada ajang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII 2026, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja pemerintah.

“Sebelumnya, kami telah melepas Kontingen Kotim yang mewakili Kalteng dalam ajang Penas Petani Nelayan XVII 2026 di Kabupaten Gorontalo. Kami menyambut baik keikutsertaan para petani, nelayan, penyuluh dan pelaku utama sektor pertanian yang akan membawa nama baik daerah,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Kamis.

Penas Petani Nelayan XVII 2026 digelar di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026. Menurut Irawati, Penas menjadi wadah penting bagi petani dan nelayan untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan perikanan.

Kegiatan nasional tersebut juga dinilai mampu membuka peluang pengembangan sektor pangan daerah melalui pertukaran informasi dan teknologi antarwilayah.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan maksimal, menjaga kesehatan selama perjalanan dan pelaksanaan kegiatan, serta tetap menjunjung tinggi nama Kabupaten Kotawaringin Timur di tingkat nasional.

“Semoga perjalanan dan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar serta memberikan hasil yang positif bagi pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto menjelaskan, awalnya hanya lima peserta KTNA Kotim yang akan diberangkatkan pada Penas tahun ini.

Hal tersebut lantaran karena keterbatasan anggaran daerah yang terdampak efisiensi. Bahkan, pada awalnya anggaran untuk keikutsertaan Kotim pada ajang tersebut tahun ini tidak dialokasikan, tetapi setelah di perjuangan maka tersedia kuota untuk lima orang.

Kemudian, jumlah peserta Kotim akhirnya bertambah menjadi delapan orang setelah tiga anggota KTNA memutuskan tetap berangkat menggunakan biaya pribadi untuk tiket dan akomodasi perjalanan.

“Kami menyampaikan apresiasi besar untuk rekan-rekan KTNA karena mereka tetap bersemangat berangkat meski harus membiayai sendiri keberangkatannya. Jadi total kontingen Kotim yang mewakili Kalteng tahun ini menjadi delapan orang,” ucapnya.

Baca juga: Wabup Kotim pimpin aksi bersih-bersih Pantai Ujung Pandaran

Ia mengungkapkan, tingginya biaya transportasi menuju Gorontalo menjadi salah satu kendala utama dalam pemberangkatan kontingen.

Selain lokasi kegiatan yang cukup jauh, pembagian kuota peserta juga telah dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi kepada masing-masing kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, Yephi menjelaskan Penas Petani Nelayan merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi besar bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia sekaligus wadah unjuk teknologi dan pertukaran informasi sektor pertanian serta perikanan.

“Di dalamnya ada banyak agenda penting, mulai dari berbagi informasi kemajuan pertanian di masing-masing daerah, pameran hasil budidaya, sampai perlombaan keterampilan dan kompetensi petani maupun nelayan,” terangnya.

Disamping menjadi sarana peningkatan kapasitas petani, Penas juga dinilai strategis bagi pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja sama antar wilayah, termasuk terkait pemenuhan komoditas pangan dan pengembangan sektor pertanian unggulan.

Menurut Yephi, melalui kegiatan tersebut pemerintah daerah dapat melihat langsung potensi yang dimiliki daerah lain sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih tepat sasaran untuk pembangunan pertanian di Kotim.

Ia juga menyinggung capaian pada Penas 2023 di Padang, Sumatera Barat, ketika kontingen Kalimantan Tengah, khususnya dari Kotim, berhasil menyumbangkan sejumlah prestasi hingga mengantarkan Kalteng menjadi juara umum nasional.

“Harapan kami tentu peserta dari Kotim tidak hanya hadir sebagai perwakilan daerah, tetapi juga mampu membawa pulang pengalaman, inovasi dan semangat baru untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan di daerah. Mudah-mudahan prestasi yang pernah diraih pada Penas sebelumnya juga bisa kembali dipertahankan tahun ini,” demikian Yephi.

Baca juga: Legislator Kotim jadikan pembukaan jalan di Kabuau contoh positif CSR

Baca juga: Dishub Kotim siapkan sanksiberi efek jera pelanggar aturan

Baca juga: Pemkab Kotim targetkan lelang proyek infrastruktur selesai Juni



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026