Logo Header Antaranews Kalteng

Snapdragon Reality Elite resmi meluncur tingkatkan performa perangkat augmented reality

Kamis, 18 Juni 2026 19:09 WIB
Image Print
Snapdragon Wear Elite. (ANTARA/Qualcomm)

Jakarta (ANTARA) - Qualcomm memperkenalkan chip terbaru Snapdragon Reality Elite yang dirancang untuk memungkinkan perangkat augmented reality (AR) dan mixed reality (MR) memiliki performa dan efisiensi daya yang lebih baik dalam ukuran yang ringkas.

Dilansir dari Engadget pada Selasa (16/6) waktu setempat, chip tersebut diumumkan Qualcomm dalam ajang Augmented World Expo (AWE) dan akan menjadi prosesor kelas tertinggi perusahaan untuk perangkat AR, VR, dan MR.

Qualcomm menyebut Snapdragon Reality Elite mampu menghadirkan resolusi hingga 4,4K untuk masing-masing mata dengan kecepatan 90 frame per detik (fps).

Dibandingkan generasi sebelumnya, Snapdragon XR2+ Gen 2, chip baru ini menawarkan kualitas gambar yang lebih baik dan latensi yang lebih rendah.

Selain itu, Snapdragon Reality Elite diklaim mampu meningkatkan daya tahan baterai hingga 20 persen serta beroperasi hingga 12 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan pendahulunya.

Dari sisi performa, Qualcomm menyebut chip tersebut menghadirkan peningkatan kinerja grafis (GPU) hingga 60 persen, peningkatan performa prosesor (CPU) hingga 30 persen, serta peningkatan kemampuan pemrosesan AI melalui unit pemrosesan neural (NPU) hingga 160 persen.

Peningkatan tersebut memungkinkan headset memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan tanpa mengorbankan performa.

Chip ini juga dirancang untuk mendukung berbagai fitur AI yang berjalan langsung di perangkat, seperti avatar digital yang lebih realistis dan kemampuan agentic AI.

Direktur Pemasaran Produk Qualcomm Matthew DeHamer mengatakan Snapdragon Reality Elite menandai fase baru bagi pengembangan perangkat mixed reality perusahaan.

Menurutnya, Qualcomm kini lebih berfokus pada perangkat dengan tampilan transparan serta integrasi fitur berbasis AI generatif.

Snapdragon Reality Elite dapat digunakan pada headset mandiri maupun perangkat yang memerlukan unit komputasi eksternal yang terhubung melalui kabel. Salah satu perangkat pertama yang diumumkan menggunakan chip tersebut adalah kacamata pintar Aura buatan Xreal yang menjalankan platform Android XR.

Selain memperkenalkan chip baru, Qualcomm juga meluncurkan platform untuk pengembangan kacamata pintar bernama START atau Scalable Turnkey AI Ready Toolkit. Platform tersebut ditujukan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan kacamata pintar atau perangkat wearable berbasis AI tanpa harus membangun sistem dari awal.

START mencakup modul perangkat keras yang menggunakan chip Qualcomm AR1+, perangkat lunak pendukung, serta aplikasi pendamping untuk Android dan iOS.

Qualcomm juga bekerja sama dengan sejumlah produsen komponen untuk menyediakan desain kacamata pintar siap pakai yang dapat disesuaikan oleh berbagai merek.

Mitra pertama Qualcomm dalam proyek tersebut adalah Inspecs, perusahaan asal Inggris yang memegang lisensi sejumlah merek kacamata seperti O'Neill, Barbour, dan Superdry.

Qualcomm mengklaim platform START dapat mempercepat adopsi teknologi AI di industri perangkat wearable dengan memudahkan produsen menghadirkan fitur AI pada produk yang sudah ada maupun perangkat baru.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026