Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kobar tangani 43 karhutla selama Januari hingga Juni 2026

Senin, 22 Juni 2026 17:20 WIB
Image Print
BPBD Kobar saat melakukan penanganan pemadaman terhadap hotspot percikan api di beberapa wilayah, Sabtu (20/6/2026) ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, telah menangani 43 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama Januari hingga Juni 2026.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar Reneli di Pangkalan Bun, Senin, mengatakan dari 43 kejadian itu 16 diantaranya terjadi di Kecamatan Arut Selatan, lima di Arut Utara, 14 di Kotawaringin Lama 14 kejadian, lima di Kumai, dan tiga di Pangkalan Banteng.

"Selain melakukan penanganan terhadap karhutla, kami juga telah mempersiapkan berbagai pencegahan, agar tidak terjadi karhutla lebih besar," ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kotawaringin Barat pada tahun ini, diperkirakan akan terjadi secara bertahap pada bulan Juli hingga September.

"Untuk saat ini, di Kalteng juga masih masa transisi ke periode musim kemarau, namun sebagian besar wilayahnya masih berpotensi diguyur hujan," kata Reneli.

Untuk mengantisipasi dalam memasuki periode puncak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, BPBD Kobar memperketat pengawasan dengan melakukan Patroli Terpadu (Patdu). Di mana Patroli tersebut sebagai langkah mitigasi dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kobar.

"Dalam melaksanakan kegiatan itu, kami berkoordinasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan di berbagai wilayah rawan karhutla, dan dilaksanakan rutin setiap pekan," tandas Reneli.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana menyampaikan, pada pelaksanaan patroli pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Bupati Kobar komitmen perkuat Disdamkarmat menjaga wilayah

"Terutama dalam pembukaan lahan, harapannya tidak melakukan dengan membakar dan juga masyarakat di minta untuk menjaga lingkungannya selama musim kemarau," ujarnya.

Kegiatan patroli juga diisi dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan selama musim kemarau.

"Saya berharap melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat potensi terjadinya karhutla selama musim kemarau dapat diminimalkan, sehingga keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," demikian Andhan.

Baca juga: Pemkab Kobar lelang 20 zona parkir

Baca juga: Pemkab Kobar berkomitmen lindungi anak dari perundungan

Baca juga: Kotawaringin Barat usung Program Jaga Banua optimalkan penanganan kebakaran



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026