
Pemkab Kobar gandeng Bulog dan Pertamina hadirkan Pasar Inflasi

Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menghadirkan Pasar Inflasi, dalam rangka pengendalian inflasi dan membantu masyarakat setempat.
"Pasar inflasi ini merupakan inovasi bersama, yang berkolaborasi antara pemerintah daerah dengan kontributor daerah yaitu Bulog Pangkalan Bun dan Pertamina," kata Kepala Disperindagkop Kobar, Fitriyana di Pangkalan Bun, Rabu.
Dia mengatakan, Pasar Inflasi bertujuan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Melalui ini, harapan kita masyarakat dapat menikmati harga sesuai HET, atau lebih murah dari harga pasaran," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyediakan berbagai kebutuhan pokok di antaranya beras premium, beras SPHP, Minyakita, gula dengan kemasan satu kilogram, telur, gas elpiji nonsubsidi, bawang merah dan bawang putih.
"Untuk beras premium dan SPHP, Minyakita dan gula ini dari Bulog, sementara telur, bawang putih bawang merah ini dari Dinas Pertanian kita, serta gas elpiji nonsubsidi dari Pertamina," sebutnya.
Baca juga: Program stimulus ekonomi, tarif tiket kapal di Kobar turun
Fitriyana menyampaikan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara rutin, setiap seminggu sekali di hari Rabu.
"Ini sebagai upaya kami dalam memberikan penyeimbangan harga di masyarakat. Sehingga dengan hadirnya kegiatan ini kita dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Pasar Inflasi ini perdana dilaksanakan pihaknya, sehingga pelaksanaan pasar tersebut saat ini, akan berfokus di wilayah perkotaan terlebih dahulu.
"Untuk hari ini sebagai uji coba dulu, dan kita juga melihat respons masyarakat seperti apa dengan kehadiran kita di sini, nantinya itu akan menjadi evaluasi kita untuk pelaksanaan di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kobar," ungkapnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan partisipasi dalam pasar penyeimbang merupakan wujud komitmen pihaknya terus mendukung program pemerintah daerah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan berbagai kebutuhan masyarakat," katanya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Selain memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, kami juga berupaya mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi daerah," ujarnya.
Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adapun dalam kegiatan ini berbagai komoditas yang disediakan, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram Rp60 ribu, beras premium kemasan 5 kilogram Rp77 ribu, Minyakita kemasan 1 liter Rp15.500, gula kemasan 1 kilogram Rp18.500, isi ulang elpiji non subsidi 12 kilogram Rp240 ribu, isi ulang elpiji 5,5 kilogram Rp125 ribu.
Sementara itu, Nuryani salah satu masyarakat yang ikut menikmati hadirnya Pasar Inflasi tersebut, dirinya merasa senang.
Ia merupakan seorang pedagang bawang goreng di Pangkalan Bun. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan dagangannya diperlukan minyak goreng yang cukup banyak.
"Saya sangat senang sekali dengan adanya Pasar Inflasi ini, jadi kita bisa mendapatkan harga bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama minyak goreng," demikian Nuryani.
Baca juga: Dua pelajar asal Kobar lolos anggota paskibraka tingkat Nasional
Baca juga: Pemkab Kobar tangani 43 karhutla selama Januari hingga Juni 2026
Baca juga: Pemkab Kobar lelang 20 zona parkir
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
