Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Lamandau tetapkan alokasi pupuk subsidi untuk pertanian

Selasa, 30 Juni 2026 09:11 WIB
Image Print
Arsip/Ilustrasi - Petani menabur pupuk pada tanaman padi di areal persawahan. ANTARA/Destyan Sujarwoko/abs

Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2026 sebanyak 276 ton yang akan disalurkan kepada petani sesuai ketentuan pemerintah.

"Pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi komoditas yang telah ditetapkan pemerintah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau Tiryan Kuderon di Nanga Bulik.

Adapun alokasi yang telah ditetapkan terdiri atas 55 ton pupuk Urea, 166 ton pupuk NPK, dan 55 ton pupuk organik yang didistribusikan ke sejumlah kecamatan berdasarkan usulan kebutuhan yang diajukan.

Sementara itu komoditas yang telah ditetapkan pemerintah meliputi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih, serta tanaman perkebunan tertentu seperti kopi, tebu, dan kakao.

Selain menetapkan alokasi, pemerintah juga menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun 2026, yakni pupuk Urea sebesar Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK Rp1.840 per kilogram, pupuk NPK khusus kakao Rp3.640 per kilogram, dan pupuk organik Rp640 per kilogram.

Baca juga: Pemkab Lamandau siapkan pengembangan bertahap sektor pariwisata

Lebih lanjut dia menjelaskan tiga dari delapan kecamatan di wilayah setempat tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, yakni Kecamatan Bulik Timur, Lamandau, dan Batang Kawa.

Dia menyampaikan tidak adanya alokasi di tiga kecamatan tersebut disebabkan pemerintah desa maupun kelompok tani tidak mengajukan usulan kebutuhan pupuk bersubsidi.

"Ketiga kecamatan itu memang tidak mengusulkan pupuk bersubsidi. Masyarakat di wilayah tersebut lebih banyak mengembangkan tanaman perkebunan, sedangkan untuk padi umumnya merupakan padi ladang yang dibudidayakan tanpa menggunakan pupuk kimia," katanya.

Baca juga: Durian dan Wisata Tahura Bukit Benyawai

Baca juga: DPUPR Lamandau: Pembangunan kembali masjid agung ditarget selesai November 2026

Baca juga: Bupati Lamandau jelaskan perkembangan pembangunan kembali masjid agung



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026