Logo Header Antaranews Kalteng

Satu polisi gugur dan dua hilang saat penggerebekan terduga bandar narkoba di Katingan

Kamis, 2 Juli 2026 11:51 WIB
Image Print
Lokasi kejadian terjadinya kericuhan antara terduga pelaku bandar narkoba dan anggota Polres Katingan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, meninggal dunia dan dua personel lainnya dilaporkan belum ditemukan saat mengikuti operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kamis dini hari.

"Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan," kata Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, operasi diawali dengan penggerebekan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku.

Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku diduga melakukan perlawanan terhadap petugas menggunakan senjata tajam saat proses penangkapan berlangsung.

"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," ucapnya.

Baca juga: Wakapolda Kalteng ajak personel perkuat integritas dan pelayanan pada Hari Bhayangkara Ke-80

Dodik menjelaskan, perlawanan tersebut kemudian memicu datangnya warga lain ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.

Personel kepolisian yang bertugas berupaya mengamankan diri sekaligus mengendalikan keadaan.

Dalam insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota Satresnarkoba Polres Katingan.

Sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam pencarian dengan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan aliran sungai.

"Saat ini kami masih memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan dua anggota yang belum diketahui keberadaannya," ujarnya.

Dodik menambahkan kondisi keamanan di Desa Tumbang Kalemei saat ini telah berangsur kondusif.

Aparat kepolisian juga terus melakukan pengamanan sekaligus mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi saat operasi berlangsung.

"Saat ini situasi sudah kondusif. Keluarga pelaku sudah kabur dari lokasi. Sebanyak 50 personel dari Polda Kalimantan Tengah juga telah bergerak memberikan bantuan dan dukungan dalam penanganan peristiwa ini," demikian Dodik.

Baca juga: Ditresnarkoba Polda Kalteng perkuat pencegahan narkoba lewat edukasi dan razia terpadu

Baca juga: Polda Kalteng ungkap 342 kasus pencurian selama 2026

Baca juga: Kepolisian di Kalteng berhasil amankan 63,9 kilogram sabu selama 2026



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026