
OJK Kalteng: Kredit modal kerja capai Rp19,25 triliun per Mei 2026

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan pada posisi Mei 2026 penggunaan kredit untuk modal kerja mencapai Rp19,25 triliun atau 35,01 persen dari total kredit.
"Kredit modal kerja ini meningkat 8,72 persen tahun ke tahun atau year-on-year (yoy), yakni pada Mei 2025 Rp17,70 triliun, sedangkan Mei 2026 menjadi Rp19,25 triliun," kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Kamis.
Dia menjabarkan, apabila berdasarkan jenis penggunaan kreditnya pada posisi Mei 2026, maka kredit untuk modal kerja merupakan yang tertinggi kedua. Adapun tertinggi pertama adalah kredit konsumtif yaitu sebesar Rp21,95 triliun atau 39,93 persen dari total kredit. Kemudian tertinggi ketiga adalah kredit investasi yang mencapai sebesar Rp13,78 triliun atau 25,06 persen dari total kredit.
Lebih lanjut Primandanu memaparkan, di sisi lain jika dilihat dari lima sektor ekonomi yang menggunakan fasilitas kredit terbesar di Kalimantan Tengah, maka sektor rumah tangga menjadi yang terbesar dengan Rp21,61 triliun atau 39,30 persen dari total kredit.
Baca juga: Pusat alokasikan DAK Fisik Rp51,81 miliar dukung pembangunan Kalimantan Tengah
Disusul sektor pertanian, kehutanan dan perikanan Rp16,48 triliun atau 29,98 persen dari total kredit, industri pengolahan Rp1,26 triliun atau 2,30 persen dari total kredit, serta aktivitas jasa lainnya Rp0,98 triliun atau 1,80 persen dari total kredit.
"Barulah sektor konstruksi yang mencapai Rp0,87 triliun atau 1,58 persen dari total kredit," jelasnya.
Kemudian Primandanu menyampaikan, jika mengacu dari jenis usaha, maka penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi oleh kredit non-usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yaitu Rp36,48 triliun atau 66,35 persen dari total penyaluran kredit.
Diikuti kredit mikro sebesar Rp9,30 triliun atau 16,91 persen dari total penyaluran kredit, kredit kecil yaitu Rp5,83 triliun atau sebesar 10,61 persen dari total penyaluran kredit, serta kredit menengah yaitu Rp3,37 triliun atau sebesar 6,13 persen dari total penyaluran kredit.
Baca juga: OJK: Stabilitas SJK Kalteng triwulan II terjaga dengan baik di tengah dinamika global
Baca juga: DJPb Kalteng: Kebijakan efisiensi momentum pemda perkuat kemandirian fiskal
Baca juga: OJK perkuat edukasi masyarakat soal investasi di pasar modal di Kalteng
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
