
Akses jalan ke Pelabuhan Batanjung di Kapuas ditargetkan selesai tahun ini

Kuala Kapuas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menargetkan pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Batanjung dapat dituntaskan pada tahun 2026 ini, khususnya untuk pembangunan badan jalan sebagai upaya mempercepat operasional pelabuhan strategis tersebut.
“Dari total panjang akses jalan menuju Pelabuhan Batanjung yang mencapai 59 kilometer, saat ini hanya tersisa sekitar 25 kilometer yang belum dibangun,” kata Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno di sela peninjauan jalan tersebut, beserta jajarannya, Jumat.
Menurutnya, badan jalan menuju Pelabuhan Batanjung dirancang dengan lebar 20 meter untuk mendukung lalu lintas kendaraan bertonase besar, terutama angkutan logistik dan distribusi barang dari dan menuju pelabuhan.
Selain pembangunan badan jalan, pemerintah daerah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung berupa jembatan dan box culvert. Tercatat sebanyak 2 unit jembatan dan 31 titik box culvert ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2027 mendatang.
Dengan selesainya seluruh infrastruktur tersebut, Pemkab Kapuas optimistis dapat melanjutkan tahap perkerasan jalan pada tahun 2028, sehingga akses menuju Pelabuhan Batanjung dapat dilalui secara optimal.
"Minimal pada tahun 2027 nanti sepeda motor trail sudah bisa mencapai lokasi Pelabuhan Batanjung. Setelah itu kita lanjutkan dengan perkerasan agar aksesnya benar-benar layak digunakan," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Kapuas matangkan penyusunan RDTR Mantangai
Wiyatno menegaskan, keberadaan Pelabuhan Batanjung memiliki peran strategis bagi perkembangan ekonomi daerah.
Namun hingga saat ini, pelabuhan tersebut belum dapat difungsikan secara maksimal akibat keterbatasan akses jalan.
Padahal, Pelabuhan Batanjung dirancang sebagai pelabuhan laut yang akan mendukung arus logistik, distribusi barang, serta membuka peluang investasi baru di Kabupaten Kapuas.
Apabila akses jalan dan infrastruktur pendukung dapat rampung sesuai target, Pelabuhan Batanjung diyakini akan menjadi salah satu pintu gerbang ekonomi baru di Kalteng, sekaligus mendorong konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Pemkab Kapuas inventarisasi usulan lokasi WPR emas
Baca juga: Bupati Kapuas berkomitmen tidak bebani UMKM
Baca juga: Bupati Kapuas ingin sinergi Polri dan pemkab jaga keamanan terus meningkat
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
