
Tiga anggota Polres Katingan terima kenaikan pangkat anumerta dari Kapolri

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Polres Katingan yang gugur saat mengungkap kasus narkotika.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Selasa, mengatakan kenaikan pangkat anumerta tersebut berlaku terhitung mulai 5 Juli 2026 berdasarkan Keputusan Kapolri tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta bagi anggota Polri.
Tiga personel yang menerima penghargaan tersebut ialah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.
Baca juga: Satu lagi terduga penyerang polisi di Katingan ditangkap
Baca juga: Satu lagi terduga penyerang polisi di Katingan ditangkap
"Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas," kata Johnny.
Ia juga menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan tersebut.
"Mereka adalah Bhayangkara sejati yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," ujarnya.
Baca juga: Tragedi Katingan! Jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan di Desa Rantau Asem
Baca juga: DPR: Pelaku penyerangan polisi di Katingan harus dihukum berat
Johnny menegaskan Polri akan mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan gugurnya ketiga personel tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Polri berkomitmen mengusut secara profesional seluruh rangkaian peristiwa ini. Kami juga memastikan hak-hak keluarga para personel yang gugur dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada anggota yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayatnya," katanya.
Ketiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Baca juga: DPR minta Mabes Polri usut tuntas tiga polisi gugur di Kalteng
Baca juga: Satu dari dua polisi hilang di Sungai Katingan ditemukan
Peristiwa bermula pada Rabu (1/7) setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.
Tim Satresnarkoba kemudian bergerak ke lokasi dan tiba pada Kamis dini hari untuk melakukan penangkapan. Saat proses penindakan berlangsung, petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.
Meskipun telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga petugas melakukan tindakan terukur untuk melindungi keselamatan personel.
Baca juga: Tim gabungan ringkus terduga penyerang polisi di Katingan
Baca juga: Gugur saat operasi, Aipda Yudhi terima kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri
Situasi semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.
Tim Satresnarkoba kemudian berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.
Dalam proses evakuasi, sembilan personel berhasil diselamatkan, sedangkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.
Baca juga: Dua polisi hilang, Kapolda dan Gubernur sisir Katingan melalui patroli udara
Baca juga: Gugur saat bertugas, dua polisi hilang di Sungai Katingan terus dicari
Pewarta : Nadia Putri Rahmani
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
