
Nusaphoria sarana kenalkan kekayaan seni budaya Pulang Pisau

Pulang Pisau (ANTARA) - Perlombaan seni dan budaya daerah dalam kegiatan Nusaphoria menjadi bagian dari rangkaian Handep Hapakat Fair 2026 sebagai sarana memperkenalkan beragam warisan budaya kepada generasi penerus.
“Selain lawang sakepeng ada juga perlombaan yang menarik seperti lomba balogo, manyipet, besei kambe, sepak sawut serta menjawet uwei,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Andriani di Pulang Pisau, Rabu.
Andriani mengungkapkan seperti lomba lawang sakepeng merupakan salah satu seni tradisi suku Dayak di Kalimantan Tengah. Kesenian tersebut biasa ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan maupun dalam prosesi pernikahan adat.
“Antusias generasi muda sangat penting agar seni ini tetap menjadi identitas daerah,” jelas Andriani.
Andriani berharap seluruh sanggar yang mengikuti perlombaan terus melakukan pembinaan terhadap para anggotanya. Ia juga mendorong peningkatan keahlian serta inovasi agar proses regenerasi pelaku seni terus berjalan dan tidak berhenti pada satu generasi.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan seni lawang sakepeng bisa menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Pulang Pisau” ungkapnya.
Baca juga: PLTU Pulang Pisau pamerkan produk hasil kelompok tani wanita dan siswa SLB
Dikatakannya, lomba lawang sakepeng tahun ini diikuti delapan regu yang terdiri atas lima regu putri dan tiga regu putra. Partisipasi peserta menunjukkan minat generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah terus tumbuh.
Juara pertama lomba lawang sakepeng kategori putri adalah Perguruan Palampang Penarus Tinjek.
Laudya Lala Laura dan Listi Lili Laura sebagai pemenang menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya. Dirinya menyebut meski belum memahami secara mendalam filosofi lawang sakepeng mereka tetap terus belajar dan memahaminya.
“Kami sebagai anak muda memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya dari orang-orang terdahulu,” kata Laudya Lala Laura.
Dirinya mengajak generasi muda tidak malu melanjutkan seni budaya daerah yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan, khususnya Kabupaten Pulang Pisau. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya dapat dimulai dari hal sederhana seperti menonton pertunjukan, kemudian berani tampil hingga akhirnya mampu meraih prestasi.
Baca juga: Gubernur Kalteng dorong penguatan UMKM topang kemandirian Pulang Pisau
Baca juga: Hari Jadi Pulang Pisau usung pelestarian budaya dan penguatan UMKM
Baca juga: Rayakan Hari Jadi ke-24 Pulang Pisau, Gubernur Kalteng komitmen dukung pembangunan daerah
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
