Logo Header Antaranews Kalteng

Gubernur Kalteng tegaskan Kapuas jadi pilar swasembada pangan nasional

Rabu, 8 Juli 2026 16:37 WIB
Image Print
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama Pandam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin serta Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan saat panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Rabu (8/7/2026). ANTARA/ All Ikhwan.

Kuala Kapuas (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kawasan pertanian produktif, termasuk di Kabupaten Kapuas yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan dari provinsi ini.

"Perhatian itu karena sektor pertanian salah satu prioritas pembangunan daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional, kata Agustiar saat melakukan panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapus, Rabu.

Dalam panen bersama itu, turut hadir Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’I, Pandam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta jajaran Forkopimda Kalteng dan Kapuas.

Orang nomor satu di lingkup Pemprov Kalteng ini pun menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kapuas atas panen raya yang dilaksanakan ini, dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional. Apalagi munurut dirinya, panen tersebut luar biasa, karena dalam satu tahun bisa dua kali panen.

"Saya rasa panen ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan Kalteng. Jadi, kita patut bangga dan bahagia atas capaian dan kemajuan Kabupaten Kapuas selama ini, dibawah kepemimpinan Bupati Wiyatno," tandas Agustiar.

Sementara itu, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, menjelaskan bahwa panen raya tahun ini dilaksanakan secara serentak di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur, dengan total luas panen mencapai 25.817 hektare.

Apalagi karakteristik budidaya padi di masing-masing wilayah juga berbeda. Di mana, di Kecamatan Kapuas Kuala dan Kapuas Timur, didominasi padi lokal. Sedangkan di Kecamatan Bataguh dan Tamban Catur, telah banyak mengembangkan varietas padi unggul yang mampu dipanen hingga lima kali dalam kurun waktu dua tahun.

"Untuk Bataguh dan Tamban Catur rata-rata menggunakan padi unggul yang saat ini sudah mampu panen lima kali dalam waktu dua tahun. Ini menjadi salah satu keberhasilan petani kita dalam meningkatkan produktivitas pertanian," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wiyatno juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian, atas dukungan berbagai bantuan alsintan yang telah diterima Kabupaten Kapuas. Tahun ini, Kabupaten Kapuas memperoleh bantuan sebanyak 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, serta 213 unit hand sprayer.

"Hampir seluruh bantuan alat pertanian dari Kementerian sudah tiba di Kabupaten Kapuas, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengiriman," ujarnya.

Selain bantuan alsintan, Kabupaten Kapuas juga memperoleh program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang tersebar di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Menurutnya, empat kecamatan tersebut memiliki total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare, sehingga menjadi kawasan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden, Menteri Pertanian dan bapak Gubernur Kalimantan Tengah atas perhatian yang besar kepada sektor pertanian di Kabupaten Kapuas," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Kalteng prihatin satu polisi gugur saat bertugas, serukan dukungan pemberantasan narkoba

Wiyatno menegaskan hingga saat ini Kabupaten Kapuas masih menjadi sentra produksi padi terbesar di Kalteng, yang mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kapuas sekaligus turut menyuplai kebutuhan pangan di tingkat provinsi.

Ia memperkirakan, dengan luas panen sekitar 25 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 5 ton gabah per hektare, potensi produksi beras Kabupaten Kapuas sangat besar sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya swasembada pangan nasional.

Meski demikian, ia berharap pemerintah pusat dan Pemprov Kalteng, dapat terus memberikan dukungan, khususnya dalam pemenuhan mesin panen (combine harvester) serta pembangunan Rice Milling Unit (RMU) untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil panen petani.

"Harapan kami, apabila kemampuan anggaran daerah belum mencukupi, kiranya pemerintah provinsi dapat membantu pembangunan Rice Milling Unit sehingga pengelolaan hasil panen petani menjadi semakin optimal," demikian Wiyatno.

Dalam panen itu, turut dilakukan penyerahan bantuan alsintan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat proses pengolahan lahan maupun panen, sekaligus menekan biaya produksi petani sehingga hasil pertanian semakin optimal.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kapuas berharap semangat para petani semakin meningkat dalam mengelola lahan pertanian, sehingga produksi pangan terus bertambah dan Kapuas semakin kokoh menjadi salah satu daerah penghasil beras utama di Kalteng, sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan Indonesia.

Baca juga: Gubernur Kalteng dorong penguatan UMKM topang kemandirian Pulang Pisau

Baca juga: Dua polisi hilang, Kapolda dan Gubernur sisir Katingan melalui patroli udara

Baca juga: Rayakan Hari Jadi ke-24 Pulang Pisau, Gubernur Kalteng komitmen dukung pembangunan daerah



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026