
BNPB kerahkan dua helikopter tangani karhutla di Kotim

Sampit (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim dua helikopter water bombing atau pengebom air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Saya sekarang ada di Eka Bahurui. Ada dua unit helikopter yang diterjunkan oleh BNPB dengan sasaran Desa Eka Bahurui dan perbatasan Desa Soren-Camba," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Rabu.
Multazam menjelaskan, permintaan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing karena kebakaran lahan di daerah ini mulai terjadi secara sporadis. Sebagian lokasi bahkan sulit dijangkau melalui jalur darat dan jauh dari sumber air sehingga diperlukan pemadaman dari udara dengan pengeboman air.
Kebakaran di Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sudah terjadi selama lima hari. Hingga hari ini api belum padam dan terus meluas sehingga pemadaman melalui udara diharapkan dapat memadamkan kebakaran tersebut.
"Kebakaran di Eka Bahurui ini sudah masuk kategori membahayakan karena dekat dengan Sutet (saluran udara ekstra tinggi) listrik, makanya harus ditangani. Jangan sampai menimbulkan masalah baru," timpalnya.
Sementara itu, kebakaran di perbatasan Desa Soren-Camba Kecamatan Kota Besi juga dinilai berat karena berpotensi meluas. Kebakaran di lokasi ini diketahui pada Rabu siang dan langsung menjadi sasaran pemadaman menggunakan helikopter pengebom air.
"Water bombing ini diharapkan bisa mengurangi perluasan area yang terbakar. Selanjutnya tentu diharapkan bisa memadamkan kebakaran," harap Multazam.
Baca juga: Pemadaman karhutla di Kotim mulai diperkuat pengeboman air
Multazam bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Kotawaringin Timur juga siaga di Desa Eka Bahurui. Selain memonitor pemadaman melalui udara oleh helikopter water bombing, pihaknya juga berupaya menjaga agar tidak muncul titik api baru di kawasan tersebut.
Belum diketahui berapa luas lahan yang terbakar di Desa Eka Bahurui dan perbatasan Desa Soren-Camba. Hingga berita ini dinaikkan, pemadaman menggunakan dua helikopter water bombing masih berlangsung.
Multazam mengimbau kepedulian masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi karhutla agar tidak semakin parah. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan karena sangat rawan memicu kebakaran meluas dan tidak terkendali.
"Pemerintah tidak akan mampu tanpa dukungan dan bantuan masyarakat. Kami meminta jangan ada yang membakar lahan. Kalau terjadi kebakaran, segera laporkan ke kami atau petugas setempat sehingga bisa secepatnya ditangani sehingga kebakaran tidak sampai meluas," demikian Multazam.
Baca juga: Bupati Kotim perkuat sinergi dengan BNNK cegah peredaran narkoba
Baca juga: Wabup Kotim turun temui petani dukung pengembangan hortikultura
Baca juga: Bapenda Kotim pastikan penerimaan pajak reklame tetap stabil
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
