
DPRD Murung Raya soroti masalah debu jalan hauling dan kebutuhan infrastruktur desa

Puruk Cahu (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menyoroti dampak debu akibat aktivitas truk hauling atau pengangkutan perusahaan yang melintasi permukiman warga, mulai dari Desa Osom Tompok menuju arah Desa Muara Bumban.
"Debu yang beterbangan di lintas hauling itu sangat tidak aman dan sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat kita di sekitar. Kami meminta Dinas Kesehatan untuk mengecek hal ini,” kata Juru Bicara Daerah Pemilihan (Dapil) II, Bebie, menyampaikan laporan hasil reses masa sidang II tahun 2026 dalam rapat paripurna, Senin.
DPRD juga meminta pemerintah memperhatikan agar perusahaan menggunakan penyiraman yang standar tambang, supaya empat tahun ke depan rumah sakit tidak penuh dengan masyarakat yang mengeluhkan penyakit tuberkulosis (TBC).
Selain itu menurut Bebie masalah debu ini juga berdampak langsung pada anak-anak sekolah yang harus berkendara motor dari Mantiat Pari, Osom Tompok, hingga Olung Ulu menuju Kelurahan Saripoi dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat.
Baca juga: Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito dan Gumas perkuat sinergi antarwartawan
Dalam laporannya, Bebie memaparkan sejumlah aspirasi prioritas masyarakat dari tiga kecamatan di Dapil II yang meliputi Kecamatan Tanah Siang, Kecamatan Laung Tuhup dan Kecamatan Barito Tuhup Raya.
Hasil reses mereka menurut Bebie di antaranya kelanjutan pembangunan ruang kelas dan kantor SDN Kolam yang saat ini baru selesai bagian atap dan lantai karena keterbatasan dana.
“Akibatnya, siswa kelas 1 sampai 6 harus bergantian menggunakan hanya 3 ruangan. Selain itu, dilaporkan bahwa SMP Kolam mengalami kekurangan guru yang sangat tidak efektif, di mana sekolah tersebut saat ini hanya diisi oleh 1 kepala sekolah dan 2 tenaga pengajar,” jelas Bebie.
Untuk peningkatan sarana kesehatan, Bebie menyampaikan adanya permintaan pengadaan mesin USG atau vaksin rabies di Puskesmas Saripoi, penambahan tenaga medis di Desa Tokung, Dirung Pinang, dan Kohong yang dilaporkan sering tidak berada di tempat, serta peningkatan sarana air bersih di berbagai desa.
"Kami juga meminta pengawasan dari masing-masing OPD untuk mengevaluasi semua proyek pembangunan agar tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga masyarakat bisa menikmati apa yang menjadi harapan mereka," demikian Bebie.
Baca juga: Bupati Murung Raya harapkan Sinode Umum GKE XXV jadi pelopor perdamaian dan perkuat toleransi
Baca juga: Listrik sering padam, Ketua DPRD Murung Raya ajak saling memahami
Baca juga: Ketua DPRD Murung Raya apresiasi dedikasi Polri bantu pemerintah daerah
Pewarta : Supriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
