Logo Header Antaranews Kalteng

Dukung swasembada jagung Nasional, Pemkab Bartim salurkan 59 unit alsintan

Senin, 13 Juli 2026 16:27 WIB
Image Print
Wabup Bartim Mula Nakalelu mengecek bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian RI sebelum disalurkan ke kelompok tani setempat, di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bartim, Senin (13/7/2026). ANTARA/HO.

Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menyalurkan 59 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) yang berasal dari bantuan Kementerian Pertanian, kepada kelompok tani di wilayah setempat.

Alsintan itu bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah mempercepat pencapaian target swasembada jagung nasional, kata Wakil Bupati Bartim Adi Mula Nakalelu, saat mewakili bupati menyalurkan bantuan alsintan di Tamiang Layang, Rabu.

"Adapun bantuan yang disalurkan itu terdiri atas sembilan unit traktor roda empat, 10 unit traktor roda dua, 20 unit pompa air, dan 20 unit hand sprayer elektrik," tambahnya.

Menurut Adi, keberhasilan program swasembada jagung tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, Polri, penyuluh pertanian serta kelompok tani, agar seluruh tahapan, mulai dari penyediaan lahan, benih, pupuk, bantuan alsintan hingga pendampingan teknis kepada petani dapat berjalan secara optimal.

Dia mengatakan Kementerian Pertanian dan Polri selama ini telah memperkuat kolaborasi strategis demi mewujudkan swasembada jagung nasional, meningkatkan produksi, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

"Salah satu kolaborasi Kementerian Pertanian dan Polri yang bisa kita lihat adalah, bantuan alsintan ini. Jadi, kita di daerah pun harus terus meningkatkan kolaborasi demi suksesnya swasembada pangan, terkhusus jagung di Bartim," ucapnya.

Wabup Bartim itu menyebut, pemkab telah dan akan terus mendorong peningkatan luas tanam jagung sebagai salah satu komoditas strategis. Hal itu terlihat dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bartim. Di mana luas tanam dan panen jagung sepanjang tahun 2025 mencapai 92,75 hektare. Dan pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan luas tanam menjadi 165 hektare.

"Hingga periode Januari hingga Juni 2026, realisasi luas tanam jagung telah mencapai 97,60 hektare, sedangkan luas panen tercatat 56,95 hektare. Capaian itu menjadi modal penting dalam mencapai target swasembada jagung yang telah ditetapkan pemerintah," kata Adi.

Dirinya pun menyampaikan apresiasi kepada Polres Bartim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bartim, para penyuluh pertanian, serta seluruh kelompok tani yang terus berkomitmen menyukseskan program peningkatan produksi jagung di Kabupaten Barito Timur.

Baca juga: SE Bupati Bartim berhasil gerakkan ribuan ayah antar anak ke sekolah

Ia berharap bantuan alsintan yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani.

"Mari manfaatkan secara maksimal alsintan yang diterima untuk mendukung keberhasilan program jagung nasional di Kabupaten Barito Timur. Rawatlah bantuan itu dengan sebaik-baiknya, dan tetap jaga kerja sama yang baik antaranggota kelompok," demikian Adi.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Barito Timur, Katimker Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Barito Timur, serta para penyuluh pertanian dan perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

(*Kontributor lepas

Baca juga: Perkuat perangi narkoba, Bupati targetkan kantor BNN di Bartim beroperasi tahun ini

Baca juga: Bupati Bartim ajak ASN lawan stunting melalui CANTING TRIPLE S

Baca juga: Bupati Bartim minta ayah antar anak di hari pertama masuk sekolah



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026