Logo Header Antaranews Kalteng

Sebanyak enam karya budaya Kobar direkomendasikan menjadi WBTb Indonesia tahun 2026

Senin, 13 Juli 2026 16:37 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kobar Muhammad Alamsyah saat di wawancarai, Senin (13/7/2026). ANTARA/Safitri RA.

Pangkalan Bun (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Muhammad Alamsyah membenarkan ada enam Karya Budaya Daerah setempat, direkomendasikan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2026.

Rekomendasi enam karya budaya Kobar itu diumumkan pada hasil sidang secara hibrida oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kata Alamsyah di Pangkalan Bun, Senin.

"Sebelumnya kami memang ada menggusulkan karya budaya itu, yang kemudian diterima berdasarkan kajian akademis dan penilaian Tim Ahli Warisan Budaya," ucapnya.

Adapun enam karya budaya Kobar yang direkomendasikan menjadi WBTb Indonesia tahun 2026 itu yakni, Pantun Saloka, Coto Manggala, Nasi Adab, Kerupuk Basah, Bahasa Kotawaringin dan Babarsih Banua.

Alamsyah mengatakan, pengakuan kekayaan budaya daerah ini tentunya menjadi sebuah pencapaian, harapannya kedepan semoga enam karya budaya daerah ini, dapat ditetapkan sebagai WBTb Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan, agar memperkaya khazanah warisan budaya dari Kobar.

Selain itu, lanjut dia, Disdikbud Kobar juga berupaya agar keenam karya budaya daerah tersebut tetap diwariskan serta dilestarikan oleh generasi muda, melalui peluncuran kurikulum muatan lokal yang saat ini tengah di siapkan.

"Salah satu fokus dalam kurikulum tersebut adalah penguatan kembali revitalisasi bahasa ibu, yakni Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin," ungkapnya.

Kepala Disdikbud Kobar itu menyatakan, pihaknya juga telah menerbitkan sebuah buku Kisah Manahan Gola Lapar, Jejak Sosio Kultural Coto Manggala, sebagai dokumentasi ilmiah kekayaan budaya daerah.

"Buku itu hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Universitas Brawijaya, dan buku tersebut telah kita serahkan kepada Bupati Kobar, Nurhidayah," demikian Alamsyah.

Baca juga: Ketua DPRD Kobar sebut pentingnya pemenuhan gizi dalam pelaksanaan MBG

Baca juga: Kartu Kobar Cerdas upaya tingkatkan layanan pendidikan

Baca juga: Dukung swasembada pangan 2026, Distan Kobar fokuskan pada peningkatan produksi pangan



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026