Logo Header Antaranews Kalteng

Perumdam Tirta Mentaya Kotim realisasikan 680 SR murah

Selasa, 14 Juli 2026 06:27 WIB
Image Print
Pemasangan sambungan rumah (SR) oleh petugas Perumdam Tirta Mentaya Kotim di salah satu perumahan di Kota Sampit, Senin (13/7/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mulai merealisasikan pemasangan 680 Sambungan Rumah (SR) murah bagi masyarakat dengan sasaran utama kawasan perumahan baru sebagai upaya memperluas akses layanan air bersih.

“Sebanyak 680 unit pemasangan dilakukan di sejumlah lokasi perumahan baru, dua perumahan di Jalan Tidar IV dan tiga perumahan di Jalan Pramuka,” kata Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit Ismanadi melalui Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi di Sampit, Senin.

Edy menyampaikan, proses pembangunan jaringan perpipaan hingga pemasangan sambungan baru telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Program SR Murah merupakan bagian dari proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang telah dirancang sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memperluas cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, calon pelanggan hanya membayar biaya pemasangan sebesar Rp300 ribu. Nilai itu jauh lebih rendah dibandingkan tarif pemasangan reguler yang berkisar Rp1,98 juta.

Ia juga menyampaikan, semula Kotim memperoleh alokasi sekitar 1.200 sambungan baru. Namun, karena keterbatasan anggaran pemerintah pusat, pelaksanaannya sempat tertunda dan baru kembali diusulkan hingga akhirnya mendapat persetujuan.

“Waktu itu ada program SR Murah sebanyak 1.200 unit. Namun karena ketiadaan anggaran akhirnya dihentikan. Pada 2024 juga batal, lalu pada 2025 kami usulkan kembali dan akhirnya masuk sebagai program reguler,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kotim usung GAMAS pererat hubungan ayah dan anak

Meski program kembali berjalan, jumlah sambungan yang disetujui mengalami penyesuaian. Dari semula 1.075 unit, kuota kembali berkurang menjadi 680 sambungan akibat meningkatnya harga material, terutama pipa.

“Kami terpaksa mengurangi jumlah sambungan, tetapi jaringan pipanya jangan. Sehingga nantinya ketika ada tambahan program, jaringan utama sudah tersedia dan masyarakat lain lebih mudah mendapatkan sambungan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, sebelum pekerjaan dimulai banyak warga mempertanyakan kelanjutan program karena petugas telah beberapa kali melakukan pengukuran, tetapi pemasangan belum juga dilakukan.

Menurut Edy, tahapan pengukuran tersebut merupakan bagian dari proses persiapan agar program dapat direalisasikan sesuai ketentuan. Pada 2026, proyek tersebut akhirnya dapat dilaksanakan dan kini tengah memasuki tahap pemasangan.

“Harapannya masyarakat bisa terbantu dan semakin banyak yang menikmati layanan air bersih dengan kualitas yang terjamin,” tuturnya.

Edy juga memastikan penambahan ratusan pelanggan baru tidak akan mengganggu distribusi air bersih. Perumdam Tirta Mentaya telah menyiapkan kapasitas instalasi pengolahan air yang dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan tambahan sambungan.

“Pasti berdampak karena jumlah pelanggan bertambah, tetapi kapasitas instalasi kami sudah disiapkan dan masih mencukupi untuk melayani kebutuhan tersebut,” demikian Edy.

Baca juga: Pemkab Kotim proyeksikan pendapatan Rp1,7 triliun pada KUA-PPAS 2027

Baca juga: DPRD Kotim dorong penguatan dukungan untuk koperasi

Baca juga: Wabup Kotim dorong siswa baru bangun karakter lewat MPLS



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026