
Pemkab Gumas minta mahasiswa KKN dukung penanganan stunting hingga pengembangan pertanian

Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa/kelurahan di kabupaten setempat.
Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Sekretaris Daerah Richard saat menerima mahasiswa KKN di Kuala Kurun, Selasa, berharap kedatangan mereka dapat ikut membantu masyarakat menyelesaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi.
"Kami berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi pemikiran, ide, dan gagasan yang konstruktif, dalam membantu penyelesaian sejumlah permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat Gumas," sambungnya.
Ia menjelaskan, ada lima isu prioritas yang menjadi harapan pemda untuk disasar mahasiswa selama menjalani KKN di kabupaten bermoto 'Habangkalan Penyang Karuhei Tatau'.
Pertama penanganan stunting, di mana mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan, khususnya Kedokteran dan Pertanian, diharapkan aktif memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga balita terkait pola asuh serta pemenuhan gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal.
Kedua penanggulangan kemiskinan, di mana mahasiswa diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi ekonomi masyarakat setempat serta memberikan masukan sederhana kepada pemerintah desa terkait manajemen usaha dan literasi keuangan.
Ketiga promosi wisata desa, mengingat Gumas memiliki potensi wisata alam dan budaya. Mahasiswa diajak membantu masyarakat mempromosikan potensi tersebut lewat media sosial dan konten digital.
Keempat pengelolaan sampah menjadi usaha rumah tangga bernilai ekonomi, misalnya melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengolahannya menjadi kerajinan tangan maupun pupuk kompos.
Kelima pemanfaatan lahan pekarangan atau urban farming, dengan mengajak masyarakat menanam sayuran, tanaman obat keluarga, maupun tanaman produktif lain di pekarangan rumah guna mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan angka stunting.
Kelima isu tersebut tidak harus diselesaikan secara tuntas dalam waktu KKN yang relatif singkat. Kendati demikian, sekecil apa pun ide, gagasan, dan langkah nyata yang diberikan mahasiswa akan memberikan manfaat serta menjadi bekal pengalaman berharga, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa sendiri.
Baca juga: Pemkab Gunung Mas fasilitasi warga nobar final Piala Dunia 2026
Ia pun berpesan agar mahasiswa senantiasa menghormati, menjaga, dan turut melestarikan adat istiadat Suku Dayak yang masih dijunjung tinggi masyarakat Gumas, mulai dari upacara adat, hukum adat, kesenian tradisional, hingga kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam dan hutan.
"Jadikanlah keberagaman budaya ini sebagai kekayaan yang memperkaya wawasan dan pengalaman hidup adik-adik, bukan sesuatu yang perlu diubah atau digeser oleh nilai-nilai dari luar," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Gumas Yantrio Aulia menyampaikan, sebanyak 225 mahasiswa UPR menjalani KKN Reguler Periode I di sejumlah desa dan kelurahan di kabupaten setempat, terhitung sejak 14 Juli hingga 18 Agustus 2026.
"Ada dua hasil yang kami harapkan dari kegiatan ini, yakni adanya arahan dan petunjuk kepada seluruh mahasiswa terkait program yang akan dilaksanakan di lokasi KKN, serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatan Intervensi Serentak untuk pencegahan dan penurunan stunting di lokasi KKN," demikian Yantrio.
Baca juga: Bupati Gunung Mas ajak jemaat dukung kepengurusan baru Majelis Sinode GKE
Baca juga: Bupati Gumas luncurkan SIMANIS GADIS untuk transparansi publik bidang pendidikan
Baca juga: Dinsos Gunung Mas: Sekolah Rakyat miliki 214 peserta didik baru
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
