Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup Kotim ingatkan pelajar bijak menggunakan AI

Selasa, 14 Juli 2026 19:04 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kotim Irawati saat membuka pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Sampit, Senin (13/7/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati mengingatkan para pelajar agar bijak memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital sebagai sarana belajar, sekaligus mewaspadai dampak negatifnya apabila digunakan tanpa pengawasan dan tanggung jawab.

“Kita hidup di era digital yang berkembang sangat cepat. AI, teknologi digital dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saya berharap para pelajar mampu memanfaatkan teknologi itu untuk belajar, berinovasi, mencari informasi yang bermanfaat, serta menghasilkan karya-karya yang membanggakan,” kata Irawati di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, AI dapat memberikan banyak manfaat bagi generasi muda, mulai dari membantu proses pembelajaran, memperluas akses informasi hingga mendorong kreativitas dan inovasi. Namun, teknologi tersebut juga memiliki risiko apabila disalahgunakan.

Oleh sebab itu, pelajar harus mampu menyaring informasi yang diterima dari internet maupun AI, tidak mudah mempercayai berita bohong, menghindari penyebaran ujaran kebencian, serta tidak menggunakan media sosial untuk melakukan perundungan terhadap teman.

Ia mengajak para pelajar menjadi generasi digital yang cerdas, santun, bertanggung jawab, dan beretika sehingga kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai pendukung prestasi, bukan menjadi ancaman bagi masa depan mereka.

“Gunakanlah teknologi secara bijaksana. Jangan mudah percaya pada berita bohong, jangan menyebarkan ujaran kebencian dan jangan menggunakan media sosial untuk melakukan perundungan terhadap teman. Jadilah generasi digital yang cerdas, santun, bertanggung jawab dan beretika," ujarnya.

Selain itu, Irawati juga menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga karakter.

Baca juga: Pemasangan listrik desa di Bukit Santuai ditargetkan rampung Agustus

Kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, rasa hormat kepada guru dan orang tua, kepedulian terhadap sesama, serta semangat pantang menyerah tetap menjadi bekal utama meraih kesuksesan.

Ia menambahkan, pengawasan maupun pembatasan penggunaan gawai merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga.

Dengan pengawasan yang baik, pelajar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif tanpa mengabaikan nilai-nilai moral, etika, dan karakter.

Para guru didorong untuk terus menjadi teladan bagi peserta didik, tidak hanya dalam menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun integritas dan semangat belajar sepanjang hayat.

Disisi lain, orang tua juga diminta memperkuat komunikasi dengan sekolah agar pendidikan karakter berjalan seiring dengan perkembangan teknologi.

Ia menekankan pentingnya pengawasan penggunaan gawai, terutama bagi siswa SMP yang dinilai masih berada pada usia labil dan rentan terhadap pengaruh negatif dunia digital.

“Peran orang tua juga tidak kalah penting. Contoh, di rumah agar mengawasi penggunaan gawai anak, terutama permainan game online. Karena terkadang saat membuka HP muncul konten yang tidak pantas dilihat anak-anak. Juga, kalau bisa dibatasi waktunya. Intinya gadget itu gunakan untuk hal-hal yang baik,” demikian Irawati.

Baca juga: DPRD Kotim desak pengerukan Sungai Hantipan

Baca juga: DPRD Kotim kawal penerapan perda narkoba hingga ke PBS

Baca juga: Pemkab Kotim usung GAMAS pererat hubungan ayah dan anak



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026