
Desa Tangkan disiapkan jadi Desa Literasi wakili Bartim ke tingkat Kalteng

Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), melakukan pembinaan sekaligus penilaian Desa Literasi di Desa Tangkan, Kecamatan Awang.
Kegiatan itu bagian dari program nasional untuk mendorong terwujudnya desa yang maju melalui penguatan budaya literasi, kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPK Bartim Ari Panan P Lelo di Tamiang Layang, Rabu.
"Termasuk juga mempersiapkan Desa Tangkan mewakili Bartim dalam ajang pemilihan Desa Literasi tingkat Kalteng," ucapnya.
Dia pun memastikan Desa Tangkan dipilih melalui proses penunjukan oleh tim DPK karena dinilai telah memenuhi lima indikator utama dalam penilaian Desa Literasi.
Adapun kelima indikator itu meliputi tersedianya perpustakaan berbasis Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang aktif, adanya kegiatan literasi secara rutin seperti bedah buku, pelatihan bagi pemustaka, pelibatan masyarakat serta kerja sama dengan PKK dan Posyandu.
Kemudian, tersedianya sumber daya manusia pegiat literasi, dukungan pendanaan dari APBDes untuk kegiatan literasi, hingga hadirnya berbagai inovasi seperti literasi digital, literasi pertanian, dan literasi yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu maupun PKK.
"Program ini bagian dari program nasional untuk mendorong desa menjadi lebih maju melalui budaya membaca. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga untuk memetakan, membina, sekaligus memberikan apresiasi kepada desa-desa yang telah berhasil membangun ekosistem literasi," kata Ari.
Menurut Plt Kepala DPK Bartim itu, pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat desa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga budaya membaca menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia pun menegaskan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat harus menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat, bukan hanya tempat meminjam dan mengembalikan buku.
"Melalui pembinaan ini kami ingin memperkuat peran perpustakaan desa agar menjadi ruang belajar bersama, mendorong masyarakat lebih gemar membaca, serta mampu mengakses informasi yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup," katanya.
Ari menambahkan, desa yang memiliki budaya literasi yang kuat akan lebih siap menerima berbagai program pembangunan, seperti digitalisasi UMKM, pertanian modern, pelayanan kesehatan, hingga transformasi digital lainnya karena masyarakatnya memiliki kemampuan memahami informasi dengan baik.
"Kami berharap Desa Tangkan mampu menjadi contoh atau role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Barito Timur dalam mengembangkan gerakan literasi berbasis masyarakat," tandas dia.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt Sekretaris DPK sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Ernawaty menjelaskan, Desa Tangkan akan mewakili kabupaten ini pada pemilihan Desa Literasi tingkat provinsi, dan diharapkan dapat melangkah hingga tingkat nasional.
"Kami berharap Desa Tangkan dapat menunjukkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan sehingga mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan melaju hingga tingkat nasional," ujarnya.
Baca juga: DPK Bartim bersinergi dengan kejaksaan bangun budaya literasi
Sebagai bagian dari rangkaian pembinaan, DPK juga menghadirkan sejumlah narasumber untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan pegiat literasi.
Duta Baca Umum Kabupaten Barito Timur, Erika Philip memberikan materi bertajuk "Learn Simple English" yang membahas keterampilan komunikasi fungsional dalam bahasa Inggris.
Selanjutnya, Imanuel Fransisco menyampaikan materi mengenai pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sedangkan Lili Priani memaparkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak-Juknis) Desa Literasi sebagai pedoman dalam pelaksanaan program di tingkat desa.
Melalui pembinaan tersebut, DPK Kabupaten Barito Timur optimistis Desa Tangkan mampu mempertahankan dan mengembangkan ekosistem literasi yang telah dibangun, sehingga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mewujudkan masyarakat yang gemar membaca, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca juga: Sebanyak tiga pelajar Bartim lolos seleksi Paskibraka tingkat Kalteng
Baca juga: Bupati paparkan kesiapan pembentukan BNN di Bartim ke Kepala BNN RI
Baca juga: Pemkab Bartim dan TNI berkolaborasi perkuat literasi hingga ke Pelosok Desa
Pewarta : Cakre (*
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
