Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Kotim tekankan kesiapsiagaan karhutla diwujudkan lewat aksi nyata

Rabu, 15 Juli 2026 17:56 WIB
Image Print
Anggota Komisi III DPRD Kotim Muhammad Ramadhana Rahman usai menghadiri Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan, Rabu (15/7/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menekankan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan harus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Kesiapsiagaan ini tidak hanya bersifat seremonial tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan, kata Anggota Komisi III DPRD Muhammad Ramadhana Rahman di Sampit, Rabu.

"Itu dapat dimulai dari deteksi dini, edukasi masyarakat, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran," ucapnya.

Menurut legislator Kotim ini, Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan yang baru dilaksanakan di Kotim, merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dan masyarakat memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di musim kemarau.

Ancaman karhutla yang mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Jadi, sinergi lintas sektor yang telah dibangun melalui apel siaga perlu diikuti dengan implementasi di lapangan," kata Ramadhana.

Tak lupa, ia mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha hingga kelompok Masyarakat Peduli Api dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kotim.

Ramadhana juga menekankan, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama mengingat dampak karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga transportasi akibat kabut asap.

Ia menilai pengalaman kebakaran hutan dan lahan yang pernah terjadi di Kotim harus menjadi pelajaran agar seluruh pihak lebih sigap mengantisipasi munculnya titik api, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.

"Terpenting adalah mencegah sebelum bencana terjadi, karena dampaknya sangat besar, baik terhadap kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian masyarakat," ujarnya.

Baca juga: DPRD Kotim desak pengerukan Sungai Hantipan

Selain memperkuat kesiapan aparat dan instansi terkait, DPRD juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan potensi munculnya kebakaran yang dipicu aktivitas manusia.

Ramadhana menegaskan penanggulangan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah dan aparat, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama," demikian Ramadhana.

Baca juga: DPRD Kotim kawal penerapan perda narkoba hingga ke PBS

Baca juga: DPRD Kotim dorong penguatan dukungan untuk koperasi

Baca juga: DPRD Kalteng: Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu digelontor Rp2,5 miliar



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026