Logo Header Antaranews Kalteng

Hari Jadi Palangka Raya, DPRD soroti tiga masalah

Kamis, 16 Juli 2026 12:17 WIB
Image Print
FOTO: Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi. ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Syaufwan Hadi, meminta pemerintah kota menjadikan peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya sebagai momentum mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan rumah pembangunan, terutama optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penanganan banjir, serta pemberantasan narkoba.

"Momentum hari jadi ini harus menjadi refleksi bersama agar pembangunan tidak hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi juga mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat," katanya, Kamis.

Dia menilai arah pembangunan Kota Palangka Raya selama satu tahun terakhir sudah menunjukkan hasil yang positif.

Hal itu terlihat dari peningkatan infrastruktur, pembangunan fasilitas pelayanan publik, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta berkembangnya ekonomi kreatif dan pariwisata.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat yang bersama-sama mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.

"Pembangunan yang telah berjalan harus terus dipertahankan, namun pemerintah juga perlu memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pinggiran," ucapnya.

Di sisi lain, Syaufwan menilai masih terdapat sejumlah program yang perlu mendapat perhatian serius.

Salah satunya adalah optimalisasi PAD melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, pembaruan data wajib pajak, serta evaluasi pengelolaan retribusi parkir agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah.

Ia juga menyoroti masih belum optimalnya penyerapan anggaran yang berdampak pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Menurutnya, perencanaan program harus disusun lebih matang sejak awal tahun agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

"Perencanaan yang baik akan berdampak pada optimalnya pelaksanaan program dan penyerapan anggaran sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Syaufwan meminta pemerintah terus meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan, termasuk pemenuhan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta dukungan operasional bagi Posyandu.

Persoalan banjir, pengelolaan sampah yang terintegrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik juga dinilai harus menjadi prioritas pembenahan.

Tidak kalah penting, ia menegaskan penanganan penyalahgunaan dan peredaran narkoba harus dilakukan secara terpadu melalui penguatan langkah pencegahan, penegakan hukum, serta rehabilitasi.

Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sinergi lintas sektor dengan menghadirkan langkah yang lebih konkret di kawasan rawan peredaran narkoba.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan mendasar seperti PAD, banjir, pelayanan publik, hingga pemberantasan narkoba demi mewujudkan Kota Palangka Raya yang semakin maju, aman, nyaman, dan sejahtera," ungkap Syaufwan.

Baca juga: Kombinasi batu New Zealand-Kalimantan hadir di Palangka Raya Fair 2026

Baca juga: Pemkot Palangka Raya pastikan pendidikan anak korban kebakaran terjamin

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya jamin kebutuhan logistik korban kebakaran



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026