
Dari kebun ke ruang ilmiah, PT HSL meneguhkan keberlanjutan sawit berbasis riset

Sampit (ANTARA) - Tim Sustainability dan R&D PT Hutan Sawit Lestari di bawah koordinasi Chief Sustainability Officer Laden Mering, mempertemukan pengalaman lapangan dengan kekuatan akademik melalui riset bersama, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi bagi masa depan industri kelapa sawit Indonesia.
Keberlanjutan industri kelapa sawit tidak cukup hanya dibangun melalui pemenuhan regulasi, sertifikasi, maupun pelaporan administratif. Keberlanjutan juga membutuhkan pengetahuan yang dapat diuji, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta inovasi yang lahir dari pertemuan antara pengalaman praktis di lapangan dan ketajaman analisis akademik.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu fondasi pengembangan Tim Sustainability dan Research & Development (R&D) PT Hutan Sawit Lestari, yang berada di bawah koordinasi Chief Sustainability Officer (CSO) Laden Mering.
Melalui skema joint research atau riset bersama, PT Hutan Sawit Lestari membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dan kalangan akademisi.
"Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengubah berbagai pengalaman empiris perusahaan menjadi pengetahuan ilmiah yang terukur, sekaligus menerjemahkan hasil penelitian menjadi kebijakan, inovasi operasional, dan strategi keberlanjutan perusahaan," katanya.

Dari Pengalaman Lapangan Menjadi Pengetahuan Ilmiah
Hingga memasuki semester II Tahun 2026, kolaborasi tersebut telah menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional. Tema-tema yang dikembangkan tidak hanya berhubungan dengan manajemen sumber daya manusia, tetapi juga mencakup:
• Green Human Resource Management
• kepemimpinan hijau
• iklim psikologis prolingkungan
• perilaku prolingkungan karyawan
• Green Corporate Social Responsibility
• kemampuan teknologi informasi
• budaya organisasi dan manajemen perubahan
• retensi serta kinerja karyawan
• Sustainable Firm Performance
Portofolio tersebut telah menjangkau jurnal nasional, prosiding ilmiah, bab buku, serta jurnal internasional yang terindeks Scopus, termasuk outlet yang pada tahun dan kategori pemeringkatan tertentu berada dalam kelompok Q1 dan Q3.
Mengingat posisi kuartil dapat berubah dari tahun ke tahun dan berbeda menurut kategori keilmuan, pencantuman kuartil secara resmi perlu selalu disertai tahun pemeringkatannya. Sebagai contoh, Uncertain Supply Chain Management tercatat Q1 pada metrik Scopus 2023, sedangkan Scientific Culture melaporkan posisi Q1 dalam sejumlah kategori Scopus.
"Pengembangan riset di lingkungan perusahaan bukan semata-mata ditujukan untuk menambah jumlah publikasi. Lebih jauh, riset harus mampu menjadi instrumen pengambilan keputusan berbasis bukti atau evidence-based decision-making," ujar Laden Mering.
Bagi PT Hutan Sawit Lestari, hasil penelitian idealnya tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi diterjemahkan ke dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia, penguatan budaya kerja hijau, penyempurnaan program CSR, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan efisiensi operasional, serta perlindungan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Mengembangkan Model Keberlanjutan Berbasis Manusia dan Teknologi
Dua publikasi pada 2026 memperlihatkan penguatan arah riset tersebut.
Penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Culture menguji bagaimana Green Human Resource Management mendorong kinerja perusahaan berkelanjutan melalui tahapan perubahan perilaku prolingkungan karyawan dan penguatan Green Corporate Social Responsibility. Penelitian tersebut menggunakan data 275 karyawan PT Hutan Sawit Lestari dan dianalisis melalui metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares.
Sementara itu, publikasi pada Veredas do Direito membahas pengaruh Green Human Resource Management terhadap iklim psikologis dan perilaku prolingkungan karyawan, sekaligus menguji kemampuan teknologi informasi sebagai variabel moderasi. Hasilnya memperlihatkan bahwa teknologi dapat memperkuat penerjemahan kebijakan hijau menjadi perilaku nyata melalui komunikasi, pelatihan, pemantauan, dan pelaporan yang lebih efektif.
Rangkaian penelitian tersebut memperlihatkan bahwa transformasi industri kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh mesin, teknologi budidaya, atau regulasi. Faktor manusia—mulai dari kepemimpinan, kompetensi, motivasi, budaya organisasi hingga kesadaran lingkungan—tetap menjadi penggerak utama keberlanjutan.
Dengan demikian, Tim Sustainability dan R&D PT Hutan Sawit Lestari berupaya menempatkan karyawan bukan sekadar sebagai pelaksana operasional, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pengetahuan dan agen perubahan menuju perusahaan yang semakin produktif, bertanggung jawab, dan berdaya tahan.

Memperluas Kolaborasi dengan UGM, UB, dan UNHAS
Memasuki semester II 2026 dan tahun-tahun berikutnya, PT Hutan Sawit Lestari merencanakan perluasan kolaborasi penelitian dengan para peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut diharapkan memperkaya perspektif penelitian, memperluas disiplin keilmuan yang terlibat, serta mempertemukan kompetensi akademik dari berbagai wilayah Indonesia dengan permasalahan nyata industri kelapa sawit.
Agenda riset ke depan dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas yang tetap menjaga daya dukung lingkungan, pengembangan ekonomi sirkular, pemanfaatan limbah dan energi terbarukan, penguatan masyarakat serta kelembagaan plasma, perlindungan biodiversitas, digitalisasi dan ketertelusuran, penguatan tata kelola ESG, hingga pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan tuntutan global.
Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat hubungan antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Perusahaan menyediakan ruang empiris, data, pengalaman lapangan, serta tantangan nyata. Perguruan tinggi memberikan kerangka teoritis, metodologi, pengujian ilmiah, dan independensi akademik. Pertemuan keduanya akan menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga dapat diterapkan.

Membangun Industri Sawit Berbasis Ilmu Pengetahuan
Langkah PT Hutan Sawit Lestari menunjukkan bahwa perusahaan perkebunan dapat mengambil peran sebagai mitra aktif dalam ekosistem penelitian nasional. Kebun dan pabrik bukan hanya tempat berlangsungnya proses produksi, tetapi juga dapat menjadi laboratorium pembelajaran mengenai manusia, organisasi, teknologi, lingkungan, dan masyarakat.
Orientasi tersebut penting untuk membawa industri kelapa sawit Indonesia bergerak dari pendekatan yang semata-mata berbasis kepatuhan menuju pengelolaan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan dampak nyata.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan riset tidak hanya terletak pada banyaknya artikel yang berhasil diterbitkan atau tingginya reputasi jurnal. Ukuran yang lebih substantif adalah sejauh mana pengetahuan tersebut mampu memperbaiki kebijakan, meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat, menjaga lingkungan, memperkuat daya saing perusahaan, serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Portofolio Karya Ilmiah Laden Mering
Daftar berikut memuat 11 karya ilmiah unik yang berhasil diverifikasi hingga 17 Juli 2026. Publikasi ganda atas karya yang sama tidak dihitung sebagai karya terpisah.
Publikasi Tahun 2023
1. “Pengaruh Kompensasi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja dengan Retensi Karyawan sebagai Mediasi di PT Hutan Sawit Lestari, Kotawaringin Timur, Kalteng.”
Media Bina Ilmiah, bersama Hansly Tunjang dan Rita Yuanita Toendan.
DOI: 10.33578/mbi.v17i9.360
2. “Application of RBV Theory in Entrepreneurial Orientation, Dynamic Capability and Customer Relationship Management.”
Uncertain Supply Chain Management, Vol. 11, No. 2, hlm. 707–712, bersama Vivy Kristinae, Roby Sambung, Meitiana, Christantius Dwiatmadja, dan Hansly Tunjang.DOI: 10.5267/j.uscm.2023.1.010
3. “Brand Image and Reputation’s Psychological Effects on Long-term Company Performance in Indonesian Logistics.”
Bab buku dalam Current Topics on Business, Economics and Finance, Volume 4, hlm. 139–159, bersama Danes Jaya Negara, Ferdinand Bambang Mantikei, Meitiana, Usup Riassy Christa, dan Lelo Sintani.
DOI: 10.9734/bpi/ctbef/v4/6025A
4. “Are Action and State Moderate Entrepreneurial Behavior? An Evident from Indonesian Students.”
Bab 7 dalam buku Research on Marketing and Consumer Behavior; karya ini sebelumnya juga ditampilkan dalam forum ilmiah dengan judul Is Self-Regulation Moderate Entrepreneurial Behavior? As Evident by Indonesian Students.
Publikasi Tahun 2024
5. “Pengaruh Kompensasi, Kompetensi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Retensi Karyawan sebagai Variabel Mediasi pada PT Hutan Sawit Lestari Unit I di Kotawaringin Timur, Kal-Teng.”
Media Bina Ilmiah, bersama Yunikewaty dan Achmad Syamsudin.
DOI: 10.33758/mbi.v18i5.666
6. “The Role of Green Leadership, Green Work Engagement and Job Characteristics Mediation in Improving Performance PT Hutan Sawit Lestari in Central Kalimantan, Indonesia.”
International Journal of Contemporary Sciences.
DOI: 10.55927/ijcs.v2i4.8771
7. “Analysis of Green HRM, Green Value Strategic Improving CSR and Green Performance in Central Kalimantan HSL Palm Companies.”
International Review of Management and Marketing, Vol. 14, No. 3, hlm. 113–122.
DOI: 10.32479/irmm.16262
8. “Green HRM and Organizational Culture Mediated by Change Management to Improve Performance PT Hutan Sawit Lestari in Central Kalimantan, Indonesia.”
Prosiding Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia, hlm. 877–889. Karya yang sama juga tercatat dalam Proceedings of Forum Manajemen Indonesia’s International Conferences.
DOI: 10.47747/snfmi.v2i1.2074 dan 10.47747/fmiic.v1i1.2143
Publikasi Tahun 2025
9. “Mapping the Landscape: A Bibliometric and Systematic Review of Green Human Resource Management Role in Achieving Sustainable Firm Performance.”
International Journal of Environmental Sciences, Vol. 11, No. 8, bersama Usup Riassy Christa, Sunaryo Neneng, dan Roby Sambung.
DOI: 10.64252/vj9thw23
Publikasi Tahun 2026
10. “The Impact of Green Human Resource Management on Sustainable Firm Performance: The Sequential Mediating Role of Pro-Environmental Behavior and Green Corporate Social Responsibility.”
Scientific Culture, Vol. 12, No. 2.1, hlm. 8602–8621, bersama Usup Riassy Christa, Sunaryo Neneng, dan Roby Sambung.
DOI: 10.5281/zenodo.19862241
11. “The Influence of Green Human Resource Management on Pro-Environmental Psychological Climate and Employee Behavior: The Moderating Effect of Information Technology Capability.”
Veredas do Direito, Vol. 23, No. 9, e236935, bersama Usup Riassy Christa, Sunaryo Neneng, Roby Sambung, dan Vivy Kristinae.
DOI: 10.18623/rvd.v23.6935
Baca juga: Bupati Kotim sampaikan aspirasi GPPI terkait kemudahan regulasi
Baca juga: Pemkab Kotim dan GPPI berkolaborasi kembangkan sektor perikanan
Baca juga: Ketua Apindo Kotim imbau masyarakat jaga suasana aman dan kondusif
Baca juga: Beri motivasi pemuda, Ketua Apindo Kotim ceritakan pengalaman jadi petugas kebersihan
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
