
Pemkab Kotim catat pertumbuhan ekonomi 5,82 persen pada 2025

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,82 persen pada 2025 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,00 persen, disertai membaiknya sejumlah indikator makro ekonomi.
“Laju pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sebesar 4,00 persen pada tahun 2024, menjadi 5,82 persen pada tahun 2025," kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Jumat.
Ia menjelaskan, perkembangan kondisi perekonomian Kotim selama dua tahun terakhir ini sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.
Selain pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tingkat inflasi di Kotim juga masih berada pada kondisi yang terkendali. Inflasi tercatat sebesar 1,18 persen pada 2024 dan menjadi 2,66 persen pada 2025, yang dinilai masih berada dalam kisaran yang dapat dikendalikan.
Menurut dia, pengendalian inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah dinamika perekonomian nasional maupun regional.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di Kotim juga berhasil ditekan hingga mencapai 5,83 persen pada 2025. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional yang tercatat sebesar 8,25 persen pada September 2025.
“Tidak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan tren positif. Pada 2024, tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,63 persen dan berhasil turun menjadi 4,39 persen pada 2025,” sebutnya.
Baca juga: TK Aisyiyah 1 Sampit kenalkan cinta lingkungan hidup saat MPLS
Sementara itu, kualitas pembangunan manusia juga mengalami peningkatan yang tercermin dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,47 pada 2024 menjadi 74,96 pada 2025.
“Jika kita memperhatikan kinerja ekonomi daerah tersebut, terlihat ada indikator ekonomi yang capaiannya sudah cukup baik dan ada indikator ekonomi yang mengalami koreksi sebagai dampak dari dinamika atau gejolak ekonomi regional maupun nasional,” tambah Irawati..
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian daerah tetap mampu bertahan di tengah berbagai tantangan yang dipengaruhi kondisi ekonomi di tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan capaian berbagai indikator ekonomi melalui kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor-sektor produktif.
"Alhamdulillah kita bersyukur hingga saat ini pergerakan ekonomi daerah kita masih cukup stabil dan terkendali. Kita berharap kondisi ini bisa dijaga, bahkan bisa meningkat lebih baik lagi. Untuk itu kita harus optimis dan saya yakin dengan kita tetap bersama-sama terus berikhtiar, bahu membahu disertai tidak henti-hentinya berdoa,” demikian Irawati.
Baca juga: Dari kebun ke ruang ilmiah, PT HSL meneguhkan keberlanjutan sawit berbasis riset
Baca juga: BMKG Kotim sebut ada pergeseran puncak musim kemarau
Baca juga: Bandara Haji Asan Sampit perkuat keamanan demi tingkatkan rute penerbangan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
