
BPBD Kapuas tangani dua titik karhutla dalam sehari

Kuala Kapuas (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menangani dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam satu hari di dua lokasi berbeda pada Jumat (17/7).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S. Pandingan di Kuala Kapuas, Jumat, mengatakan titik pertama berada di Desa Basarang KM 4, tepatnya di depan SDN 2 Basarang, Kecamatan Basarang, yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
"Untuk di Basarang, api membakar lahan dengan luas sekitar 200 meter persegi," katanya.
Baca juga: Pemkab Kapuas keluarkan peringatan dini karhutla
Selanjutnya, sekitar pukul 16.30 WIB, BPBD kembali menerima laporan masyarakat terkait kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Kapuas Timur. Hingga Jumat sore, petugas BPBD bersama aparat setempat dan relawan masih melakukan upaya pemadaman guna mencegah api meluas ke area sekitar.
Pangeran menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut. Menurut dia, pelaporan secara dini menjadi salah satu faktor penting yang mendukung respons cepat petugas dalam menangani karhutla, khususnya pada musim kemarau ketika potensi kebakaran meningkat.
Baca juga: Bocah SD tenggelam ditemukan mengapung di Sungai Kapuas usai 5 hari pencarian
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan masing-masing.
"Apabila menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada BPBD, aparat desa, maupun instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.
BPBD Kapuas bersama unsur relawan terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli rutin, pemantauan wilayah rawan, serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat sebagai upaya meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Juli-Agustus diperkirakan kemarau parah, pemkab tetapkan Kapuas siaga karhutla
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kapuas, sejak 1 Januari hingga 15 Juli 2026 telah terjadi sembilan kejadian karhutla di wilayah tersebut dengan total luas lahan terbakar mencapai 18,1 hektare.
"Kejadian karhutla itu terjadi di sejumlah kecamatan dan semuanya berhasil tertangani," demikian Pangeran S. Pandingan.
Baca juga: Pemkab Kapuas salurkan bantuan ke korban bencana kebakaran dan puting beliung
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
