
Pemadaman karhutla di Kotim mulai terkendala sulitnya sumber air

Sampit (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin marak, sementara petugas mulai kesulitan mendapatkan sumber air saat memadamkan kebakaran di sejumlah lokasi.
"Tadi malam pemadaman kami upayakan dengan pembuatan sekat batas agar kebakaran tidak meluas. Kendala pemadaman kebakaran tidak tersedia air dan tidak cukup penerangan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.
Kebakaran lahan semakin marak terjadi di Sampit yang meliputi Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Sebagian lokasi sulit dijangkau dan jauh dari sumber air sehingga upaya yang bisa dilakukan adalah membuat sekat pembatas dengan harapan kebakaran bisa dilokalisir.
Seperti pada Rabu (22/7) sekitar pukul 21.09 WIB, kebakaran terjadi di Jalan Tidar Raya 3 Gang langsat 4 Perumahan CMDP Kelurahan Baamang Tengah
Kecamatan Baamang. Lahan yang terbakar sekitar satu hektare.
Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, pakis, galam. Kebakaran terjadi di permukaan hingga ke dalam tanah sehingga pemadaman harus dilakukan berulang-ulang.
Sementara itu pada Kamis (23/7), kebakaran lahan terjadi di empat lokasi, yakni di Jalan Karya Bersama Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Sudirman Km 4,5 Seberang Perum Pandawa Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Baca juga: Wilmar, BNN dan DPRD Kotim berkolaborasi wujudkan lingkungan perusahaan bersih narkoba
Selain itu di Jalan Bumi Raya II /Jalan Walter Hugo dekat permukiman warga, serta di Lingkar Selatan Jalan Darul Hijrah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kotawaringin Timur berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta relawan swadaya masyarakat untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di empat lokasi tersebut.
Kejadian ini juga dilaporkan ke posko ditingkat provinsi untuk menjadi perhatian bersama. Harapannya, pemadaman di lokasi yang sulit dipadamkan melalui jalur darat, bisa kembali dibantu pemadaman melalui udara dengan pengeboman air menggunakan helikopter water bombing.
Multazam kembali meminta kepedulian masyarakat, khususnya untuk tidak membakar lahan. Dia mewanti-wanti jangan sampai karhutla tidak terkendali dan menimbulkan kabut asap parah yang dapat merugikan semua pihak.
"Kami juga mengedukasi masyarakat untuk dapat menjaga wilayahnya dan potensi kebakaran hutan dan lahan serta menyampaikan tentang adanya sanksi hukum bagi pelaku pembakaran," demikian Multazam.
Baca juga: Wabup Kotim kawal penyaluran air bersih ke wilayah selatan
Baca juga: Dinkes Kotim imbau gunakan masker saat aktivitas di luar rumah
Baca juga: Fraksi PAN Kotim dorong penanganan permukiman kumuh tepat sasaran
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
