
108 peserta ikuti UTBK Seleksi Mandiri 2026 UPR

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 108 peserta mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Jalur Seleksi Mandiri Tahun 2026, yang digelar Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah.
Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Dr Natalina Asi MA di Palangka Raya, Jumat, mengatakan seleksi tersebut komitmen UPR untuk memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi generasi muda di Kalimantan Tengah.
"Jalur Mandiri Lokal bukan sekadar jalur seleksi, tetapi merupakan ikhtiar Universitas Palangka Raya untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Kalimantan Tengah agar berkembang, berprestasi, dan kelak menjadi motor penggerak pembangunan daerah," katanya.
Natalina menjelaskan UPR sebagai perguruan tinggi negeri di Kalteng memiliki tanggung jawab memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi. Melalui jalur seleksi mandiri, kampus berupaya mengakomodasi lulusan yang belum berhasil pada jalur seleksi nasional.
Selain membuka akses pendidikan, UPR juga menargetkan dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, karakter yang baik, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.
"UPR berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, karakter yang baik, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah melalui proses seleksi yang objektif, transparan, akuntabel, dan adil," ucapnya.
Ketua Panitia Seleksi Mandiri UPR 2026, Surya Wijaya SE ME mengatakan, hingga penutupan pendaftaran pada 22 Juli 2026 jumlah peserta yang mengikuti UTBK Seleksi Mandiri mencapai 108 orang. Peserta berasal dari lima provinsi, dengan mayoritas berasal dari Kalimantan Tengah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 peserta berasal dari Kalimantan Tengah, empat peserta dari Kalimantan Selatan, tiga peserta dari Jawa Timur, dua peserta dari Kalimantan Timur, dan satu peserta dari Sumatera Utara. Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 37 orang.
"Peserta terbanyak berasal dari Kota Palangka Raya, yaitu 37 orang. Selebihnya hampir tersebar di seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah," ujarnya.
Surya menjelaskan jumlah peserta tahun ini menurun dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 orang. Penurunan tersebut dipengaruhi perubahan mekanisme seleksi, karena seluruh peserta kini diwajibkan mengikuti UTBK yang diselenggarakan langsung oleh UPR, termasuk peserta yang sebelumnya telah mengikuti SNBT maupun SMMPTN-Barat.
Baca juga: FMIPA UPR perkuat kolaborasi dengan FMIPA ITB tingkatkan SDM dan riset
UTBK Seleksi Mandiri UPR 2026 dilaksanakan selama satu hari dengan memanfaatkan enam ruang ujian. Peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti tahapan registrasi pada 29 Juli hingga 7 Agustus 2026 sebelum bergabung dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
"Perubahan mekanisme ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas seleksi, objektivitas, dan transparansi. Kami menargetkan seluruh mahasiswa jalur mandiri telah menyelesaikan registrasi sebelum PKKMB dimulai sehingga seluruh proses penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan tepat waktu," pungkas Surya.
Baca juga: UPR buka seleksi mandiri, pendaftaran hingga 22 Juli 2026
Baca juga: Akademisi UPR sebut Proyek LNG Abadi Masela langkah strategis perkuat ketahanan energi
Baca juga: Dekan FISIP UPR: Bangun ekosistem koperasi sebagai mesin pemberdayaan masyarakat
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
