
Legislator Kapuas dorong pemulihan layanan listrik kembali normal

Kuala Kapuas (ANTARA) - Legislator Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) Bardiansyah mengharapkan kondisi pemadaman listrik secara bergilir di wilayah setempat dapat segera teratasi.
“Kami harapkan PLN segera mempercepat proses pemulihan agar pelayanan listrik kembali normal,” kata Bardiansyah di Kuala Kapuas, Sabtu.
Politisi dari Partai NasDem ini mengatakan keberadaan listrik saat ini menjadi salah satu penopang utama berbagai sektor kehidupan. Hampir seluruh aktivitas masyarakat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik, mulai dari pendidikan, pelayanan pemerintahan, layanan kesehatan, sektor usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang saat ini hampir tidak bisa dipisahkan dari berbagai aktivitas sehari-hari, baik untuk pendidikan, pelayanan publik, usaha, maupun kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Oleh karenanya, dia mendorong agar PLN mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat penyelesaian gangguan pada sistem kelistrikan.
Baca juga: Pemkab Kapuas fasilitasi UPR sosialisasikan penerimaan mahasiswa baru jalur RPL
Wakil rakyat yang kembali terpilih dari Dapil Kapuas V ini pun berharap PLN terus menyampaikan informasi perkembangan penanganan kepada masyarakat secara berkala agar tidak menimbulkan kebingungan.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah antisipatif selama proses pemulihan berlangsung, sembari menunggu pasokan listrik kembali normal.
“DPRD Kapuas akan terus memantau perkembangan penanganan gangguan kelistrikan tersebut dan mendorong PLN untuk segera menyelesaikan seluruh kendala yang ada,” demikian Bardiansyah.
Baca juga: Wabup Kapuas dorong mahasiswa KKN Uniska jadi agen perubahan di desa
Baca juga: DPRD Kapuas dorong eksekutif siapkan sarpras dan anggaran pelaksanaan tiga raperda
Baca juga: Luas lahan terbakar di Kapuas mencapai 305,51 hektare
Pewarta : All Ikhwan
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
