
Kebakaran lahan di Kotim rambah kebun sawit warga

Sampit (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tidak hanya melalap lahan kosong, tetapi juga menghanguskan kebun warga.
Seperti terjadi pada Senin (27/7), kebakaran cukup besar terjadi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lokasinya cukup jauh dari jalan utama Jalan HM Arsyad sehingga menjadi kendala bagi armada pemadam kebakaran mencapai lokasi.
"Lokasinya dekat Desa Eka Bahurui. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai lima hektare," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam.
Selain lokasi yang jauh, upaya pemadaman juga semakin sulit karena sumber air sulit ditemukan. Untuk menghambat perluasan dan memadamkan kebakaran, BPBD berharap kembali dibantu pemadaman melalui udara dengan pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiapkan di Posko Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
BPBD terus memantau kondisi di lapangan, termasuk dengan mengoperasikan pesawat nirawak atau drone untuk mengambil visual dari udara. Tampak terlihat asap membubung tinggi dari kebakaran lahan tersebut.
Dari gambar terlihat kebakaran tidak hanya menghanguskan lahan kosong, tetapi juga kebun sawit milik warga. Hak ini tentu menimbulkan kerugian, apalagi pohon sawit yang terbakar terlihat sudah cukup besar.
"Sebagian saja (sawit terbakar). Sebagian sepertinya semak belukar," timpal Multazam.
Baca juga: Dinkes Kotim perkuat pencegahan ISPA lewat pembagian masker gratis
Hingga Senin sore dan diperkirakan hingga malam, api masih aktif. Hal itu menimbulkan kekhawatiran kebakaran akan meluas, apalagi jika yang terbakar merupakan gambut maka bisa meluas cukup cepat karena bahan bakaran kering akibat kemarau yang terjadi saat ini.
Multazam berharap karhutla bisa ditanggulangi dengan cepat sehingga tidak semakin parah. Dia berharap kabut asap seperti yang mulai terjadi di Kota Palangka Raya, bisa dicegah dan tidak sampai terjadi di Kotawaringin Timur.
Kabut asap harus dicegah karena akan membawa dampak luas bagi masyarakat karena akan mengganggu berbagai sendi kehidupan seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kegiatan lainnya. Kabut asap parah yang pernah terjadi Kotawaringin Timur beberapa tahun lalu harus dicegah bersama-sama.
"Kami meminta kepedulian seluruh masyarakat karena dampak karhutla ini sangat buruk. Ekonomi terganggu dan kasihan anak-anak dan orang tua kita bisa terganggu kesehatannya akibat asap," ujar Multazam.
Multazam meminta masyarakat untuk tidak membakar lahan karena sangat rawan memicu kebakaran luas yang tidak terkendali. Selain itu, ada konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran lahan.
Baca juga: Karhutla sempat sebabkan penerbangan ke Bandara Haji Asan Sampit tertunda
Baca juga: Bulog: Kapuas dan Kotim daerah kontribusi terbesar serapan hasil pertanian padi
Baca juga: BPBD Kotim imbau perusahaan bantu pasok air bersih dan padamkan karhutla
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
